Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Manajemen & Kepemimpinan>Sikap Kewirausaan Shahabat Nabi Abdurrahman bin Auf

Sikap Kewirausaan Shahabat Nabi Abdurrahman bin Auf

oleh: aforlan     Pengarang : Khalid Muhammad Khalid
ª
 

Memasuki Mekkah, Abdurrahman bin Auf tidak membawa harta sedikirpun. Ia berkeyakinan harus berhijrah bersama Rasulullah untuk melindungi ummat Islam dari tekanan Quraisy yang sangat menjadi.
Ketika pertama kali ia ke Madina, ia dipersaudarakan oleh soerang medina yang sangat murah hati. Sahabatnya tersebut menawarkan Abdurrahman separuh harta bahkan menawarkan salah satu istri untuk Abdurrhaman dan Abdurrahman dipersilahkan untuk memilih yang disukainya.
Apa jawaban Abu Bakar? Ia tidak menerima sedikitpun penawaran dari shahabatnya tersebut melainkan ia hanya bertanya dimana letak pasar. Shahabat Nabi yang satu ini memang terkenal andal dalam berdagang. Kepiawaiannya disebut-sebut sebagai tangan yang bisa merubah apa saja menjadi emas. Dalam waktu singkat Abdurrahman menjadi konglomerat di Medina. Ia juga mampu mengalahkan dominasi pedagang Yahudi di Medina.
Orang bisa mengumpulkan kekayaan dalam waktu lama bermilyar-milyar tetapi adakah orang yang bisa menghasilkan kekayaan dengan modal nol dan dalam waktu tak lama. Mungkin saya belum pernah mendengarnya. Abdurrahman bin Auf berhasil berusaha tanpa modal. Orang macam ini jelas bisa bertahan pada kondidi ekonomi bagaimanapun. Ketika krisis ia bisa sukses apalagi ketika ekonomi baik ia bisa lebih sukses.
Tentu menurut penulis ini tidak terlepas dari sifat jujur yang dimiliki oleh Abdurrahman. Kalau kita dipercaya, orang akan memberikan jalan usaha pada kita. Percaya ini bukan hanya sebatas percaya terhadap kejujuran tetapi percaya terhadap kemampuan kita berusaha. Pemodal akan memberikan sejumlah uang yang dapat kita jadikan usaha. Setelah bisa berusaha dan mendapatkan untung kita bisa berusaha mandiri. Hanya saja kebanyakan kita belum mempunyai jiwa wirausaha yang andal. Kebanyakan kita lebih suka bekerja atau mencari pekerjaan karenanya bangsa ini menjadi kalah dengan bangsa non pribumi namun sudah ada beberapa golongan pemuda yang merintis usaha dari nol dan dari merekalah akan menjadi calon wirausaha yang dapat berjuang demi Islam seperti Abdurrahman bin Auf.
Diterbitkan di: 19 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.