Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Manajemen & Kepemimpinan>Manfaat Konflik dalam Organisasi/Kelompok

Manfaat Konflik dalam Organisasi/Kelompok

oleh: Patrik_galugu     Pengarang : Stephen P. Robbins
ª
 
Mari kita tinjau bagaimana konflik yang stimulatif dapat bermanfaat bagi organisasi.

Konflik adalah sarana untuk menghasilkan perubahan radikal

Konflik merupakan alat yang dengannya manajemen dapat mengubah secara drastis struktur kekuasaan yang ada, pola-pola interaksi yang sedang berjalan, dan sikap yang sudah mengakar.


Konflik memfasilitasi kohesivitas kelompok.

Sementara konflik dapat meningkatkan rasa permusuhan antar kelompok, ancaman dari luar cenderung menyebabkan sebuah kelompok bersatu sebagai sebuah unit. Konflik antar kelompok meningkatkan identitas anggota kelompok dan rasa solidaritas di antara rekan satu kelompok.

Konflik meningkatkan keefektifan kelompok dan organisasi.

Stimulasi yang dihasilkan oleh konflik mendorong usaha pencarian sarana dan tujuan baru serta merancang inovasi. Solusi yang berhasil untuk sebuah konflik menuntun pada keefektifan yang lebih besar, lebih banyak kepercayaan dan keterbukaan, kekompakan kelompok yang erat, dan dipersonalisasi konflik di masa mendatang.

Kelompok atau organisasi yang tidak mengalami konflik kiranya akan menderita apati, kemandekan, sikap ikut-ikutan arus, dan penyakit-penyakit lain yang mebuat lemah. Pada kenyataannya ada banyak organisasi yang gagal karena memiliki terlalu sedikit konflik, bukan karena terlalu banyak.

Mungkin saja benar bahwa konflik merupakan bagian inheren dari kelompok atau organisasi mana pun. Barangkali mustahil untuk meniadakannya sama sekali. Namun, hanya karena konflik itu ada, tidak lalu menjadi alasan untuk mendewakannya. Secara umum, konflik bersifat disfungsional, dan merupakan salah satu tanggung jawab utama manajemen untuk menjaga itensitas konflik serendah mungkin secara manusiawi.
Diterbitkan di: 19 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    masalah konflik usaha? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa konflik penting dalam organisasi ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    bayangkan apabila dalam organisasai/kelompok tidak ada konflik maka yang terjadi adalah kerja hanya seprti itu-itu saja, tidak ada reverensi untuk lebih bangkit lagi. Ketika ada konflik, terkadang bisa menyebabkan pecah organisasi tersebut, tapi lebih dari pada itu membawa organisasi untuk memperbaiki masalah yang ada sehingga suatu saat mereka bisa menangani msalh yang ada sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya konflik. 03 April 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.