Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Manajemen & Kepemimpinan>Cara Mengatasi Konflik Dalam Organisasi

Cara Mengatasi Konflik Dalam Organisasi

oleh: Shvoongq     Pengarang : Abdullah Masmuh
ª
 
  • Konflik dalam organisasi secara harfiah berarti perselisihan atau pertentangan antara satu orang dengan orang lain pada suatu kelompok melahirkan ketidak harmonisan dalam komunikasi organisasi. Menurut James A.F Stones dan Charles Wankel bahwa konflik organisatoris (dalam organisasi) adalah ketidak sesuaian paham antara dua orang anggota organisasi atau lebih, yang tiimbul karena fakta bahwa mereka harus berbagi dalam hal mendapatkan sumber daya yang langka, atau aktivititas pekerjaan dan atau fakta bahwa mereka memiliki status, tujuan nilai berbeda.
    Dalam konflik di organisasi paling tidak bentuk konflik, antara lain: (1) konflik tugas (task conflict), (2) konflik antarpersonal (interpersonal conflict), (3) konflik prosedural (procedural conflict).
    • Konfilk tugas terjadi karena ketidaksesuaian oeran tugas yang dijalankan tiap individu dalam organisasi dengan kemampuan, pengetahuan, pendidikan, keterampilan. Namun konflik ini bersifat produktif dapat diselesaikan dengan meningkatkan kualitas tanggung jawab personal, kelompok kerja maupun organisasi sehingga melahirkan perubahan pola pikir maupun hasil organisasi.
    • Konflik antar personal terjadi manakala hubungan antar individu terganggu dalam organisasi karena terdapat ketidak sepakatan personal terhadap kebutuhan dan kepentingan individu dalam organisasi cara menyelesaikannya dengan membuat saling pengertian dan pemahaman antar individu, dapat pula dengan distribusi kepentingan yang adil sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.
    • Konflik prosedural terjadi ketika anggota kelompok dalam organisasi tidak sepakat tentang prosedur dalam mengatur bagaimana cara atau strategi organisasi dalam mencapai tujuan. Mereka mengiginkan sutau prosedur kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Cara menyelesaikannya dengan cara membuat alur prosedur kerja yang luwes dan fleksibel sehingga mudah untuk dilaksanakan setiap orang.
    Metode dalam penyelesaian konflik meliputi beberapa tahapan penyelsaian, antara lain:
    1. Pengumpulan data, mengenai data awal yang harus menjawab Who (siapa yang terlibat konflik), Which (jenis konflik yang terjadi), (When (kapan konflik terjadi), Where (dimana konflik terjadi), How (bagaimana proses konfilk terjadi dari awal hingga akhir).
    2. Periksa ulang pencatatan hal tersebut diatas apakah sudah lengkap atau masih ada yang terlewati
    3. Ingatlah anda bekerja untuk menghasilkan keputusan manajemen konflik.
    4. Mendengarkan dua pihak atau pihak lain
    5. Ciptakan kesan bahwa untuk menyelesaikan konflik dibutuhkan kerjasama, karena itu lakukan redefinisi konflik.
    6. Lakukan negosiasi dan kompromi untuk memilih cara menyelsaikan konflik.
    7. Kemukan bahwa kerukunan jauh lebih mahal daripada pertentangan dan konflik dlaam organisasi
  • Diterbitkan di: 28 Oktober, 2011   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    proses saling berjanji dengan mana kedua belah pihak bersedia melepaskan sebagian dari tuntunannya. alat konflik ini di sebut? Lihat semua
    Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .