Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Prinsip-Prinsip Six Sigma

oleh: eagle2013     Pengarang : Vincent Gaspersz
ª
 
Menurut Blakeslee (Gazpersz) mengatakan bahwa untuk menciptakan iklim organisasi yang mampu mendukung usaha-usaha Six Sigma, manajemen organisasi perlu memperhatikan tujuh prinsip berikut :
  1. Keberhasilan usaha implementasi Six Sigma harus diarahkan oleh para pemimpin yang memiliki komitmen kuat. Tujuan Six Sigma yang terfokus dan energi yang dibutuhkan untuk mengarahkan proses Six Sigma dalam organisasi membutuhkan kepemimpinan manajemen para pemimpin puncak (top leader) organisasi itu.
  2. Usaha-usaha Six Sigma harus diintegrasikan dengan inisiatif-inisiatif, strategi bisnis, dan ukuranukuran kinerja kunci. Organisasi yang berhasil dengan Six Sigma adalah yang mampu mengintegrasikan implementasi Six Sigma dengan inisiatif organisasi, strategi bisnis, dan mtrik kinerja kunci (key performance metrics)
  3. Keberhasilan usaha-usaha Six Sigma didukung oleh suatu kerangka kerja pemikiran proses. Six Sigma tidak dapat diimplementasikan secara efektif dalam suatu organisasi tanpa pemetaan yang tepat dari proses-proses bisnis yang ada. Pihak-pihak yang terlibat dalam Six Sigma harus mengetahui dan menyetujui proses-proses yang akan dilibatkan, apa yang diinginkan oleh pelanggan terhadap output yang dihasilkan melalui prose situ serta mendefinisikan kemampuan proses dalam nilai sigma pada saat sekarang maupun targetnya di masa yang akan dating.
  4. Six Sigma membutuhkan kedisiplinan pengumpulan informasi dari pelanggan dan pasar. Agar usaha-usaha Six Sigma dapat berhasil, dibutuhkan kedisiplinan pengumpulan informasi berkaitan dengan tingkat kepuasan dan loyalitas pelangan sepanjang waktu. Informasi anekdot (berbentuk cerita) tentang apa yang diinginkan oleh pelanggan dan pasar tidak akan efektif dalam Six Sigma, karena Six Sigma membutuhkan infrmsi yang spesifik, dapat diamati (observable) dan dapat diukur (measurable)
  5. Proyek-proyek Six Sigma harus menghasilkan manfaat dan/atau hasil-hasil nyata bagi organisasi.
  6. Usaha-usaha Six Sigma dipimpin oleh pemimpin tim (tim leader) yang terlatih dan bekerja penuh waktu (full time). Six Sigma, sebagai pendekatan intensif dalam peningkatan kualitas, membutuhkan disiplin dan komitmen orang-orang yang terlibat dalam proyek itu.
  7. Six Sigma dilaksanakan terus-menerus melalui keberlangsungan penguatan langsung (direct reinforcement) dan balas jasa (reward) dari pemimpin organisasi (manajemen puncak) yang selalu mendukung inisitaif dan tim peningkatan kualitas yang melaksanakan proyek-proyek Six Sigma. Mengingat Six Sigma berbeda dengan program peningkatan kualitas yang lain, insentif-insentif baru harus dibagi kepada orang-orang yang terlibat dalam proyek Six Sigma agar organisasi Six Sigma dapat berberak kearah yang benar. Sistem kompensasi harus dirumuskan secara adil dalam proyek-proyek Six Sigma.
Diterbitkan di: 28 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.