Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Teori-Teori Perumusan Kebijakan

oleh: thiarong     Pengarang : H.A.R. Tilaar
ª
 
Dalam khasanah teori perumusan kebijakan, dikenal setidaknya tiga belas jenis perumusan kebijakan yaitu:
1. Teori kelembagaan
Teori ini mendasarkan kepada fungsi-fungsi kelembagaan dari pemerintah, disetiap sektor dan tingkat, dalam formulasi kebijakan. Teori kelembagaan sebenarnya merupakan derivasi dari ilmu politik tradisional yang lebih menenkankan struktur daripada proses atau perilaku politik. Prosesnya mengandaikan bahwa tugas formulasi kebijakan adalah tugas lembaga-lembaga pemerintah yang dilakukan secara otonom tanpa berinteraksi dengan lingkungannya.

2. Teori Proses
Dalam teori ini para pengikutnya menerima asumsi bahwa politik merupakan sebuah aktivitas sehingga mempunyai proses.

3. Teori Kelompok
Teori kelompok mengandalakan kebijakan sebagai titik keseimbangan. inti gagasannya adalah interaksi dalam kelompok akan menghasilkan keseimbangan, dan keseimbangan adalah yang terbaik.

4. Teori Elit
Teori ini menandaskan bahwa dalam setiap masyarakat pasti terdapat dua kelompok, yaitu pemegang kekeuasaan atau elit dan yang tidak memiliki kekuasaan atau massa. Sedemokrasi apapun selalu ada bias dalam formulasi kebijakan, karena pada akhirnya kebijakan-kebijakan yang dilahirkan merupakan preferensi politik dari para elit.

5. Teori Rasionalisme
Teori ini mengedepankan gagasan bahwa kebijakan publik sebagai maximun social gain, yang berarti pemerintah sebagai pembuat kebijakan harus memilih kebijakan yang memberikan mamfaat optimun bagi masyarakat.

6. Teori Inkrementalisme

Teori ini melihat nahwa kebijakan publik merupakan variasi atau kelanjutan dari kebijakan dimasa lalu, dapat dikatakan sebagai teori pragmatis/praktis. Inti dari kebijakan inkrementalis adalah berusaha mempertahankan komitmen kebijakan dimasa lalu untuk mempertahankan kinerja yang telah dicapai.

7. Teori Demokratis
Teori ini dapat dikatakan sebagai teori demokratis karena menghendaki agar setiap pemilik hak demokratis diikutsertakan sebanyak-banyaknya.

8. Teori Strategis
Teori ini merupakan salah satu derivat manajemen dari teori rasional karena mengandaikan bahwa proses perumusan kebijakan adalah proses rasional, dengan pembedaan bahwa teori ini lebih fokus pada rincian-rincian langkah manajemen.

9. Teori Pengamatan Terpadu
Teori ini sebagai suatu pendekatan terhadap formulasi keputusan-keputusan pokok dan inkremental, menetapkan proses-proses formulasi kebijakan pokok dan urusan tinggi yang menentukan petunjuk-petunjuk dasar, proses-proses yang mempersiapkan keputusan-keputusan pokok, dan menjalankannya setelah keputusan itu tercapai.

10. Teori Permainan
Adalah teori yang sangat abstrak dan dedutif dalam formulasi kebijakan.

11. Teori pilihan Publik
Teori ini melihat kebijakan sebagai sebuah proses formulasi keputusan kolektif dari individu-individu yang berkepentingan terhadap keputusan tersebut.

12. Teori Sistim dan Teori Deliberatif

Diterbitkan di: 21 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Teori Sistim dan Teori Deliberatif Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.