Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Teori Atribusi

oleh: sangbahagia     Pengarang : Bob WawoRuntu
ª
 

Teori atribusi dikembangkan oleh Kelley (1967),
kemudian Green serta Mitchell (1979). Mereka
berpandangan bahwa perilaku kepemimpinan
disebabkan oleh atribut penyebab. Jadi teori
kepemimpinan atribut menjelaskan mengapa perilaku
kepemimpinan terjadi. Teori atribusi dikembangkan
dengan beberapa pendapat berikut:
(a) Teori Kepemimpinan Karismatik
Teori atribusi ikut menjelaskan kepemimpinan
karismatik. Para pengikut membuat atribut pada
pemimpin yang heroik atau yang memiliki kemampuan
yang luar biasa yang mereka amati dan dapati.(b) Teori Kepemimpinan Transaksional
Para pemimpin transaksional, adalah pemimpin yang
membimbing atau mendorong bawahan mereka
mengarah pada tujuan yang telah diletakkan, dengan
cara menjelaskan peranan dan tugas yang
dipersyaratkan.
(c) Teori Kepemimpinan Transformasional
Terdapat juga para pemimpin yang transformasional.
Teori ini melihat pemimpin yang menyediakan
pertimbangan individual dan stimulasi intelektual serta
mereka yang memiliki karisma.
Semua pandangan, model, dan teori di atas tidak
terlepas dari perilaku orang dalam organisasi, yaitu
perilaku pimpinan dan perilaku bawahan. Jadi
kepemimpinan tidak terlepas dari cara berpikir,
berperasaan, bertindak, bersikap, dan berperilaku dalam
kerja di sebuah organisasi dengan bawahannya atau
orang lain.
WawoRuntu melakukan penelitian tentang sikap kerja
dan menulis makalah mengenai permintaan sikap dunia
kerja dan sikap yang diajarkan di sekolah dilihat dari
kacamata dunia kerja dan menemukan bahwa faktor
kepemimpinan adalah salah satu sikap yang dicari oleh
dunia kerja serta menjadi persyaratan penerimaan
karyawan (WawoRuntu, 1999). Demikian pula dalam
penelitian tentang budaya perusahaan, WawoRuntu
menemukan bahwa kepemimpinan merupakan elemen
nilai kerja penting dalam budaya perusahaan
(WawoRuntu, 2002; Neuhauser et.al, 2000; Deal dan
Kennedy, 2000; Cameron dan Quinn, 1999). Semua
tulisan tersebut menyinggung tentang kepemimpinan
sehingga penelitian ini ingin menggali lebih lanjut data
budaya organisasi yang dilakukan pada 2002 khususnya
mengenai variabel kepemimpinan dan mencari
hubungan kausalitas di antara perilaku kerja yang lain
dengan perilaku kepemimpinan. Dengan perkataan lain
kedua penelitian WawoRuntu belum membahas
hubungan kausalitas yang melatarbelakangi perilaku
kepemimpinan serta perilaku kepemimpinan sendiri
mempengaruhi perilaku yang mana di pekerjaan agar
kepemimpinan menjadi makin kuat. Jadi data
WawoRuntu 2002 tentang budaya perusahaan akan
dipakai untuk menjawab pertanyaan yang melatarbelakangi
kepemimpinan. Jadi masalah penelitian yang
diteliti berkenaan dengan kepemimpinan dan dinyatakan
dalam kalimat tanya: Apa yang mempengaruhi
kepemimpinan? Batasan dalam variabel kepemimpinan
dalam penelitian ini adalah membangkitkan inspirasi
atau mengilhami dan memandu kelompok dan orang
lain (Goleman, 1999). Kemudian istilah ini digali
kembali dari studi kedalaman dan survei tentang budaya
organisasi di 13 bandara di Indonesia Tengah dan Timur.
Goleman sendiri dalam bukunya belum melihat faktorfaktor
yang melatarbelakangi kepemimpinan dan hanya
mengelompokkannya sebagai salah satu komponen dari
faktor empati untuk membahas kecerdasan emosional
untuk mencapai prestasi puncak.
Tulisan ini didasarkan pada data hasil penelitian budaya
organisasi, bukan untuk mengkonformasi suatu teori
atau temuan, melainkan data digali atau dieksplorasi
agar dapat menyumbang pada teori kepemimpinan yang
telah ada.
Diterbitkan di: 16 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    teori atribusi kepemimpinan Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.