Komunikasi antar organisasi dilakukan untuk bertukar informasi dengan tujuan yang sudah ditetapkan baik secara formal
atau non formal; membuat
keputusan dan melaksanakan keputusan; mengukur prestasi kerja berdasarkan turnover karyawan, baya penjualan, dan produktivitas; mengembangkan staf, melayani pelanggan negosiasi, produksi, dan merespon peraturan perusahaan dan pemerintah.
Peran pemimpin dalam hubungan ini dibagi menjadi tiga yaitu yang berhubungan dengan keputusan , antar pribadi, dan informasional. Dalam hal yang berkaitan dengan keputusan pemimpin berperan sebagai negosiator, allocator sumber daya agar optimal, menangani masalah (disturbance handler), dan entrepreneur yang jujur,dinamis,juga ulet. Pemimpin berkaitan dengan hubungan antar pribadi berperan sebagai figurehead , penyampai pesan dan menjalin relasi(liaison role), memimpin / memotivasi / control (leader role). Informasional menuntut pemimpin untuk mengawasi rencana (monitor) menyebarkan dan menyampaikan pesan internal (disseminator), menjadi juru bicara mengenai kebijakan yang berhubungan dengan eksternal organisasi (spokeperson).
Pola saluran komunikasi dibagi menjadi formal dan informal. Pola Formal yaitu komunikasi top-down yang berbetuk prosedur dan perintah, sifatnya sederhana dan tidak bertele-tele, cara penyampaian melalui lisan (wawancara atau percakapan) atau tulisan (memo, buku manual, surat, dan pengumuman); komunikasi bottom up yang digunakan untuk mencari solusi,
memberikan kepercayaan pada karyawan, kelemahannya karyawan tidak mau memberikan masalah karena bisa mempengaruhi prestasi mereka; komunikasi horizontal yang dilakuakan antar divisi dalam organisasi untuk persuasi, penukaran informasi, bersifat koordinatif dan terjadi pada divisi-divisi yang memiliki ketergantungan tinggi; komunikasi diagonal yang melibatkan 2 tingkat berbeda dalam organisasi, kelebihannya masalah cepat selesai dan manajer bisa mengetahui penyimpangan yang ada, terjadi pada organisasi skala besar. Pola Informal adalah komunikasi dalam organisasi yang sering terjadi pada saat istirahat, pesan bersifat umum dan fleksibel, berguna untuk memonito organisasi.
Untuk meningktkan komunikasi dalam organisasi setiap komunikator harus menilai kelemahan dan kelebihan diri dengan memperhatikan pengalaman dan lainnya. Komunikator sebaiknya sering melakukan latihan dan praktik. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk komunikasi yang baik adalah membaca., mendengar, membuat percakapan yang menarik, wawacara, diskusi, presentasi, dan menulis surat ata memo.
Pada kegiatan rutin banyak digunakan kertas untuk berkomunikasi. Oleh karena itu ada beberapa cara yang bisa digunakan agar lebih efisien yaitu dengan memberikan pelatihan pada petugas tentang komunikasi, mendelegasikan tanggungjawab, memberikan kepercayaan kepada karyawan agar manajer tidak kerepotan, melalui instruksi memberikan kejelasan tentang tugas, mengevaluai prioritas pesan.
Awalnya ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk mengangani krisis yaitu dengan diam atau merespon apa yang terjadi dengan cepat. Selanjutnya perusahaan menciptakan tim yang cekatan, dengan segera manajemen puncak mengambil tindakan, membangun pusat informasi sebagai representasi perusahaan dengan alat bantu elektronik, menceritakan kejadian secara terbuka, dan menunjukkan keseriusan melalui tindakan.