Richard Branson adalah seorang pebisnis global. Dia merupakan sosok seorang pria yang senantiasa berpakaian dan berpenampilan
seenaknya sendiri, sehingga banyak yang menilainya "urakan".
Menurut dia, pakaian yang dia kenakan tidak akan mempengaruhi kualitas dan kapasitasnya sebagai seorang pelaku
bisnis. Saat mengenakan baju tidur kapasitas dan kemampuannya tidak berkurang, begitu juga sebaliknya mengenakan jas dan setelan resmi tidak dapat meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang pebisnis.
Sembarangan dan semau gue, tapi itulah filosofi Richard Branson dalam menjalankan bisnisnya. Dia tidak mengikuti pakem-pakem maupun teori yang ada dalam buku-buku
ekonomi. Dia beranggapan bahwa yang dibutuhkan dalam mengarungi dunia bisnis adalah jiwa-jiwa yang bebas.
Bagi para pelaku bisnis yang cenderung saklek dan memuja teori-teori ekonomi, filosofi bisnis Richard Branson mungkin terdengar aneh dan dianggap omong kosong belaka. Namun Richard Banson telah membuktikannya dengan kesuksesan yang dia raih.
Dia memulai bisnis sejak usia 16tahun. Saat itu dia hanya mempunyai sebuah majalah Student, dan sekarang dia telah memiliki ratusan perusahaan di 7 sektor berbeda yang tergabung dalam Virgin Group senilai USD 7miliar. Sekarang ini, Richard Branson tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan harta senilai USD 2.4triliun.
Dalam buku ini selain menuangkan ide-ide gilanya dalam menjalankan bisnis, dia juga menampilkan sisi humanis. Richard Branson menunjukkan bagaimana dia menghormati dan menyejahterakan manusia. Satu hal yang sering dilupakan oleh para pelaku bisnis dan pemuja kapitalisme.
Virgin Group miliknya bergerak di berbagai sektor dari transortasi hingga dunia hiburan. Hal ini sesuai dengan penolakannya terhadap teori yang menyatakan bahwa pelaku bisnis harus fokus pada satu bidang saja dalam menjalankan bisnisnya. Baginya teori itu hanya membatasi kemampuan seseorang untuk berkembang dan sebuah bisnis yang membatasi kemampuan untuk berkembang merupakan suatu pengkianatan.