Titik
pemesanan kembali persediaan adalah saat atau pada jumlah berapa kita dapat dengan tepat memesan kembali persediaan tanpa mengganggu safety stock yang ditetapkan. Ini terasa penting untuk tepat dari karena wow besarnya bahaya yang terkandung dalam persediaan terhadap keuntungan perusahaan. Bahkan Kenichie Ohmae sang pelopor kaizen pun bila sempat kita Tanya, “Sakumaha ageing pak peryogina ? saya percaya beliau akan menjawab, “Tangtos ageing pisan atuh ujang”. Tetapi ringkasan ini bukan tentang seberapa penting melainkan bagaimana
cara menetapkannya.
Penetapan
Titik pemesanan kembali persediaan memerlukan pengetahuan
dan batasan
procurement lead time serta besarnya safety stock. Dari karenanya muncul dua cara menghitung tepat titik pemesanan kembali persediaan. Cara pertama, procurement lead time ditambahkan dengan safety stock yang merupakan persentase tertentu dari procurement lead time. Cara yang kedua, tidak lain procurement lead time ditambah penggunaan selama periode tertentu sebagai safety stock. Dengan menggunakan mikroskop, dua cara yang telah disebutkan mengubah-ngubah safety stock. Hal tersebut, tidak berarti procurement lead time bukan variable. Procurement lead time dan safety stock ditetapkan oleh individu perusahaan yang bersangkutan. Yang ditetapkan disini ialah missal safety stock 40% dari procurement lead time, lead time 10 hari dan per hari 20 unit persediaan. Sehingga titik pemesanan kembali persediaan adalah (20x10) + 40% (20x10) = 280 atau dalam hal ditetapkan safety stock 5 hari maka (20x10) + (5x20) = 300. Ini berarti, pada saat unit persediaan sebesar 300 (cara kedua) atau 280 (cara pertama)
pemesanan kembali persediaan harus dilakukan dan andai bukan pada titik demikian niscaya berbahaya. Titik pemesanan kembali persediaan ditentukan oleh safety stock dan procurement lead time.
Resensi lain tentang Titik Pemesanan Kembali Persediaan