Konsep product life cycle sangat berperan dan memberikan bantuan dalam mengintrepretasikan
produk dan pasar. Dirinya dapat digunakan untuk kepentingan perencanaan dan pengendalian. Akan tetapi, terpikir dan terasakan kurang menggigit sebagai alat peramalan. Mungkin yang suka menggigit adalah "
orang-orang pintar" pembaca masa depan yang penuh ketidakpastian. Orang statistik bilang, "Standar deviasinya begitu besar".
Teori product life cycle dalam keberadaannya menerima
gugatan-gugatan. Para penggugat menyatakan bahwa pola
siklus hidup produk tidak mempunyai sesuatu yang dimiliki organisme hidup. Hal tersebut, berarti urutan
tahap-tahap yang fix dan lama tiap tahap juga tetap. Selain demikian, para marketer jarang mengetahui di tahap mana dan bagaimana produk tertentu sedang berada. Produk itu, dapat tampak dewasa padahal baru tiba pada masa mendatar menjelang terjadinya kenaikan. Kemudian, pola siklus hidup produk tergosipkan merupakan output strategi
pemasaran. Dan yang membuat hati ini sedikit deg-degan adalah deg para penggugat dan iya dikatakan. Bila saja merek tertentu diterima para konsumen tetapi mengaami nasib buruk beberpa tahun dari karena pengaruh faktor-faktor lain seperti kehadiran pengekor, maka bukannya memikirkan langkah perbaikan justru mulai merasa produknya memasuki tahap kemunduran. Lalu menarik dana promosi digeser untuk membiayai litbang produk-produk baru. Dan lantas merek tersebut semakin buruk, deg-degan semakin kencang, akhirnya brak terkapar dari sesuatu yang tidak semestinya. Pendek kata tidak ada gugatan yang ada adalah siklus hidup produk merupakan variabel terikat yang ditentukan oleh tindakan pemasaran. Siklus hidup produk bukanlah variabel bebas yang menjadi basis adaftasi program pemasaran perusahaan.
Resensi lain tentang Gugatan Terhadap Konsep Product Life Cycle