Satu
situasi berbahaya yang mendesak peningkatan harga tidak lain adalah inflasi biaya. Mengapa? Karena meningkatnya biaya
yang tanpa penambahan produktivitas dalam keberadaannya menekan keras profit margin bahkan tidak menutup kemungkinan harga semula mempunyai selisih negatif. Sehingga mau tidak mau atau takut tidak takut kehilangan pelanggan bisnis ialah harus menyesuaikan harga. Hal tersebut, menjadi power kehadiran ringkasan ini sebagai konstruk berbagai
strategi harga dalam menghadapi
situasi inflasi.
Strategi menunda penawaran harga. Bisnis memutuskan untuk tidak menetapkan harga akhir pra produk benar-benar selesai diproduksi maupun diserahkan pada konsumen. Ini berarti, tidak dimaksudkan tanpa harga melainkan tersurat daya lenting dalam keputusan harga produk. Harga yang sebenarnya adalah harga manakala bisnis dengan konsumen berada dalam kesepakatan untuk sama-sama mengatakan, kita "DEAL".
Strategi klausula eskalator. Bisnis menetapkan persyaratan bagi pelanggan untuk membayar dengan harga yang sedang berlaku. Syarat tersebut, berperan sebagai klausula eskalator yang dibubuhkan dalam kesepakatan menurut indeks harga tertentu seperti indeks biaya hidup. Dengan demikian, syarat menjadi tempat bermain bisnis yang mengasyikan.
Strategi pemisahan harga. Memeluk strategi ini, menempatkan bisnis untuk mempertahankan harga. Akan tetapi, beberapa komponen barang atau jasa dihilangkan dari kesatuan kelengkapannya. Komponen yang dipisahkan tersebut, lantas ditawarkan kepada konsumen secara tersendiri dimana mereka adalah merdeka untuk berpikir dan memilih.
Tiga strategi harga telah dikemukakan bukan suatu keharusan untuk dilaksanakan. Melainkan hadir sebagai alternatif pertimbangan menghadapi situasi inflasi secara khusus mengenai harga. Strategi lain ada yang dapat dilaksanakan seperti mengurangi potongan, dan meniadakan produk, pesanan pelanggan yang kurang memberikan keuntungan. Dengan demikian sekarang strategi demi strategi telah diketahui. Dan selanjutnya tidaklah berlebihan kita merasa aman dan tenang manakala inflasi datang.