Klasifikasi ABC merupakan
Klasifikasi inventori yang berbasis prinsip the critical few and the trivial many. Ini berarti, klasifikasi ABC memfokuskan pengendalian inventori pada jenis inventori yang bernilai tinggi. Inventori dibagi ke dalam tiga
kelas, yaitu: kelas A, kelas B, dan kelas C.
Dari keberadaan kelas-kelas tersebut, diketahui inventori kelas A mendapat perhatian lebih serius dibandingkan inventori dalam kelas B maupun kelas C. Akan tetapi,
tidak berarti kelas B dan kelas C tidak diperhatikan melainkan pengendaliannya tidak seketat untuk kelas A.
Kelas A mewakili kurang lebih 70% dari total nilai inventori dengan jumlah 20% dari total item inventori. Dua puluh persen menjadi persentase nilai kelas B dengan jumlah sekitar 30% item. Sedangkan kelas C hanya mewakili 10% total nilai inventori dengan jumlah item 50%. Persentase-persentase tersebut, dalam keberadaannya tidak mutlak karena dalam pelaksanaan lebih tergantung kebijakan perusahaan. Yang mutlak disini adalah
langkah-langkah bagaimana klasifikasi ABC dilakukan. Langkah pertama, menghitung volume
tahunan rupiah sebagai hasil perkalian volume tahunan dengan harga per unit. Kedua, menyusun volume tahunan rupiah secara piramida terbalik atau terbesar ke terkecil.
Ketiga, menghitung volume tahunan rupiah kumulatif. Keempat, mengetahui persentase kumulatif dari tiap-tiap volume tahunan rupiah kumulatif. Kelima, mengklasifikasikan A, B, C secara berturut-turut masing-masing sebesar kurang lebih 70%, 20%, dan 10% dari atas. Berdasarkan lima langkah tersebut, diketahui inventori kita klasifikasikan menggunakan klasifikasi ABC. Sehingga hanya satu langkah lagi menuju kelengkapan klasifikasi ABC,yaitu, pelaksanaan. Iya, pelaksanaan. Emmh tidak salah lagi, benar pelaksanaan.
Resensi lain tentang Klasifikasi ABC Dalam Inventori