Perilaku
pembelian habitual tidak lain perilaku pembelian yang berulang tanpa banyak pencarian informasi dan evaluasi alternatif dilakukan. Habit merupakan perilaku yang rutin dilakukan oleh
konsumen. Dari memahami perilaku pembelian konsumen demikian, ternyata selidik demi selidik kita dapat mengungkap kontribusi strategisnya terhadap distribusi
produk, kategori produk,
iklan dan
promosi, serta penetapan harga.
Distribusi produk. Merek produk yang
dibeli berbasis
kebiasaan mempunyai level perputaran tinggi. Marketer semestinya selalu siap menyediakan produk ditempat-tempat penjualan atau dengan kata lain distribusi produk yang menyebar secara luas dan selalu ada dimana konsumen berada.
Kategori produk. Produk-produk yang dibeli berdasarkan kebiasaan tidak lain berupa produk-produk konsumsi yang bersifat cepat habis dan berisiko kecil. Konsumen tidak akan mempunyai risiko tinggi saat harus berganti merek pasta gigi yang dibelinya. Singkatnya perilaku pembelian kebiasaan terjadi pada kategori produk-produk konsumsi.
Iklan dan promosi. Iklan dan promosi untuk produk yang dibeli berbasis kebiasaan adalah berfrekuensi sesering mungkin untuk mengingatkan konsumen. Hal tersebut, karena konsumen tidak begitu mengingat-ingat apa yang akan dibelinya dan timbul keinginan membeli saat mereka diingatkan kembali. Dengan demikian desain iklan dirancang dengan memfokuskan diri pada tujuan mengingatkan kembali dengan durasi penyampaian yang singkat, juga tidak lupa letak produk di rak toko terlihat jelas oleh konsumen. Eye Catching.
Yang terakhir tidak lain penetapan harga. Produk yang dibeli berdasarkan kebiasaan berada pada loyalitas konsumen semu. Konsumen akan mudah berpindah merek bila bosan atau mengubah pilihan karena ingin mencari variasi. Oleh karena itu, konsumen akan mudah dipengaruhi promosi penjualan seperti kupon belanja, dan diskon harga.
Resensi lain tentang Kontribusi Strategis Perilaku Pembelian Habitual