Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Investasi>Perbedaan Deposito berjangka dan Sertifikat Deposito

Perbedaan Deposito berjangka dan Sertifikat Deposito

oleh: jkaryanto     Pengarang : jkaryanto
ª
 
  • Perbedaan Deposito berjangka dan Sertifikat Deposito

    Deposito adalah produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat, dimana dananya dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu.

    Deposito memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik oleh nasabak, penarikan dana bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. Apabila dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo, maka akan kena penalti.

    Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). Deposito akan diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo, sampai pemiliknya mencairkan depositonya.

    Sertifikat deposito adalah produk bank yang mirip dengan deposito, namun berbeda prinsipnya. Sertifikat deposito adalah instrumen utang yang dikeluarkan oleh bank dan lembaga keuangan lain kepada investor, yang mana investor ini akan mendapatkan hasil berupa suku bunga yang cukup tinggi.

    Adapun Perbedaan Deposito berjangka dan Sertifikat Deposito adalah :

    1. Bunga pada sertifikat deposito diperhitungkan dan dibayar di muka, sedangkan deposito dibayar saat jatuh tempo.
    2. Sertifikat deposito bisa dipindahtangankan karena diterbitkan atas unjuk (penerbit) bukan atas nama seseorang. Jadi sertifikat deposito ini bisa diperjualbelikan kepada pihak lain. Dan siapa saja yang memegang sertifikat deposito tersebut berhak untuk mencairkannya saat jatuh tempo.
    3. Sertifikat deposito tidak bisa diperpanjang secara otomatis (auto rollover) seperti deposito berjangka. Jadi ketika sertifikat deposito jatuh tempo Anda harus segera mencairkannya atau mengkonfirmasikan kepada bank untuk memperpanjang jangka waktunya.
    4. Karena diterbitkan atas unjuk dan bukan atas nama, bank tidak menerima klaim jika Anda kehilangan sertifikat deposito tersebut.
  • Keuntungan Sertifikat deposito
    1. Perhitungan bunga dimuka, sehingga bunga yang anda peroleh dapat diinvestasikan lagi di tempat lain
    2. Tingkat suku bunga yang menarik, biasanya lebih tinggi daripada deposito biasa
    3. Dapat dipergunakan sebagai jaminan kredit dan dapat diperjual belikan secara bebas.
    4. Dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    Kerugian Sertifikat deposito
    1. Bila dana dicairkan sebelum jatuh tempo, maka akan kena penalti sejumlah tertentu.
    2. Bila sertifikat deposito hilang, maka penemunya bisa mencairkannya dengan mudah.
    /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}
    Diterbitkan di: 02 Januari, 2013   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .