Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Investasi>Faktor-faktor yang mempengaruhi return saham

Faktor-faktor yang mempengaruhi return saham

oleh: lolypoly    
ª
 
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Return Saham (Husnan, 1993) :
1. Return On Equity (ROE)

Return On Equity (ROE) adalah hubungan laba tahunan setelah pajak dengan ekuitas pemegang saham yang tercatat. Rasio ini digunakan sebagai ukuran efektifitas dana pemegang saham yang telah di investasikan. Semakin efektif suatu saham berarti semakin besar laba yang di dapat oleh pemegang saham, sehingga pemegang saham akan semakin makmur. Rumus Return On Equity (ROE) yang digunakan adalah :

ROE = Laba bersih/Modal Sendiri

2. Devidend Pay out Ratio (DPR)

800x600 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}

Manajemen mempunyai dua alternatif perkalian terhadap laba bersih sesudah pajak atau Earning After Tax (EAT) yang diperoleh dari operaasi usahanya meliputi laba bersih dibagi para pemegang saham perusahaan dengan bentuk deviden dan diinvestasikan kembali ke perusahaan sebagai laba ditahan. Perusahaan pada umumnya sebagian EAT dibagi dalam bentuk deviden dan sebagian sebagian lagi diinvestasikan kembali atau dapat di artikan menejemen harus membuat keputusan tentang besarnya EAT yang ditahan. Prosentasi deviden yang yang dibagi dibandingkan dengan EAT disebut dengan devidend payout ratio atau DPR (Husnan, 1993 : 382). Dihitung dengan rumus:

DPR (devidend pay out ratio) = Dividen per lembar saham / Laba per lembar saham

800x600 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan deviden suatu perusahaan menurut Riyanto ( 1995 : 267 ) dapt disebut antara lain sebagai berikut:

a. Posisi kas atau liquiditas perusahaan.

b. Keutuhan dana untuk membayar utang

c. Tingkat pertumbuhan perusahaan.

d. Pengawasan terhadap perusahaan.


3. Earnings Per Share (EPS/ laba perusahaan)

Earnings Per Share (EPS/ laba perusahaan) adalah salah satu elemen dalam laporan laba rugi yang termuat dalam laporan keuangan perusahaan sebagai bagian dari proporsi perusahaan yang diakui dari setiap saham biasa yang beredar, dimana nilainya dapat mengalami kenaikan jika jumlah lembar saham yang beredar dikurangi. Informasi perusahaan penting bagi investor dan kreditur, hal ini dapat memberikan gambaran bagian keuntungan suatu periode, dengan memiliki saham perusahaan serta mengetahui bagian prestasi perusahaan, laju pedrtumbuhan tersebutakan dapat menghasilkan pendapatan bagi investor.ukuran kesejahteraan dari besaran Earnings Per Share (EPS), apabila semakin tinggi, akan menjadi daya tarik pemodal untuk membeli dan menanamkan sahamnya. Laba yang mencerminkan kinerja perusahaan sering dijadikan target kebeberhasilan operasi perusahaan bisnis sehingga perusahaan berusaha meningkatkan laba dengan cara melakukan peningkatan penjualan, peningkatan efisiensi dan kombinasinya. Earning Per Share (EPS) dapat dihitung dengan rumus :

EPS = Laba bersih / Jumlah saham beredar
800x600 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}
4. Leverage (DTA)

Rasio leverage(DTA) atau solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban keuangannya, apabila perusahaan tersebut dilikuiditas. Rasio ini jika semakin rendah menunjukan kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya semakin baik (solvabel) demikian pula sebaliknya. (Helfert, 1996; 150). Leverage (DTA) pada dasarnya dibedakan menjadi dia yaitu: leverage operasi dan leverage keuangan. Leverage operasi (operating leverage) terjadi padasaat perusahaan menggunakan aktiva yang menimbulkan beban tetap yang harus ditutup dari hasil operasinya. Leverage keuangan (Financial Leverage) terjadi pada saat perusahaan menggunakan hutang dan menimbulkan beban tetap yang harus dibayar dari hasil operasinya (Husnan, 1998; 611). Leverage (DTA) dapat dihitung dengan rumus:


Leverage (DTA) = Liabbilities / Assets

Diterbitkan di: 07 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.