Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Penggabungan Perusahaan

oleh: KlarisTilly    
ª
 
Alasan penggabungan perusahaan umumnya adalah untuk menghemat biaya dan meningkatkan laba, melakukan perluasan usaha, dan menambah modal.

Konsep penggabungan perusahan-perusahaan dapat dilakukan secara horizontal atau vertikal. Penggabungan horizontal (mendatar/ paralelisasi/ horizontal integration) dilakukan oleh perusahaan-perusahaan setingkat atau sejenis. Kebalikan dari Paralelisasi disebut Spesialisasi yaitu pemisahan satu perusahaan yang tadinya mempunyai dua bidang usaha menjadi perusahaan yang masing-masing berdiri sendiri.

Sedangkan penggabungan vertikal (integrasi/vertical integration) adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih dalam satu lingkup perusahaan yang tadinya masing-masing berdiri sendiri. Kebalikan dari Integrasi disebut Diferensiasi yaitu satu perusahaan gabungan besar kemudian dibagi menjadi beberapa perushaan yang masing-masing berdiri sendiri.

Bentuk Penggabungan Perusahaan:

1. Merger

Merger adalah penggabungan dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu perusahaan yang lebih besar. Merger dibagi menjadi: merger mendatar (horizontal merger), merger vertikal, conglomerate/circular merger, Amalgamation.

2. Akuisisi

Akuisisi disebut juga take over, adalah pengambilalihan satu perusahaan oleh perusahaan lain. Akuisis dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: akuisisi horizontal, akuisisi vertikal, dan akuisisi konglomerat.

3. Konsolidasi (Consolidation)

Konsolidasi merupakan penggabungan beberapa perusahaan yang asalnya berdiri sendiri.

Bentuk Khusus Perusahaan Gabungan:

1. Kartel

Merupakan bentuk penggabungan beberapa perusahaan sejenis berdasarkan perjanjian tertentu antarmereka. Bentuk-bentuk kartel terdiri dari: kartel kondisi, kartel harga, kartel produksi, kartel daerah/kartel rayon, kartel pembagian laba, kartel kalkulasi, kartel paksa, dan sindikat.

2. Trust

Merupakan penggabungan beberapa perusahaan yang menjadi satu perusahaan raksasa dan perusahaan-perusahaan yang menggabungkan diri hilang menjadi perusahaan yang sangat besar.

3. Holding Company

Merupakan perusahaan yang memiliki saham-saham perusahaan lain dengan tujuan untuk menguasai dan mengatur (namun juga menanggung semua resiko) dari perusahaan yang dibeli saham-sahamnya. Perusahaan yang membeli saham disebut parent company, sedangkan perusahaan yang dibeli sahamnya disebut perusahaan anak. Holding company dapat dibagi menjadi dua, yaitu Pure holding company, dan Mix holding company.

4. Joint Venture

Joint Venture adalah bentuk kerjasama antara beberapa perusahaan dari beberapa negara menjadi satu perusahaan untuk mencapai kesatuan kekuatan ekonomi yang padat, tanpa memandang besar kecilnya modal, kekuasaan ekonomi, maupun lokasi masing-masing anggota yang bersangkutan.

5. Concern

Merupakan gabungan perusahaan seperti kartel dan trust, namun bertujuan untuk memperoleh sumber-sumber pembelanjaan dan bukan untuk mengatur persaingan atau memperoleh kedudukan monopoli. Struktur organisasi perusahaan seperti ini sangat luas, meliputi beberapa daerah.

6. Limited Partnership

Ciri khas dari bentuk perusahaan ini adalah tanggung jawabnya hanya sebatas modal yang disetorkan, namun minimal ada seorang yang bertanggung secara tidak terbatas.

7. Limited Partnetship Association

Merupakan campuran antara partnership dan perseroan terbatas.

8. Joint Stock Company

Merupakann persekutuan sukarela dari orang-orang yang beroperasi di bawah suatu perjanjian khusus dan modalnya terdiri atas saham-saham yang bebas diperdagangkan.

9. Business Trust

Merupakan bentuk penggabungan yang didasari oleh suatu konsep mengadopsi kebaikan-kebaikan dari perseroan terbatas dan menghindari keburukan-keburukan dari firma dan komenditer. Pemilik business trust tidak bertanggung jawab pada utang-utang trustnya, tapi menerima pembagian laba berdasarkan perbandingan saham yang dimiliki.

10. Production Sharing

Merupakan bentuk kerjasama atau gabungan badan usaha yang mengatur tentang pembagian hasil. Dapat dilakukan oleh badan usaha milik negara dengan badan usaha milik swasta.

Bentuk-bentuk perusahaan gabungan lain, yaitu:

1. Investment Trust,

Suatu bentuk badan usaha yang menanamkan modal dengan cara membeli sero-sero dari berbagai perusahaan dan bertujuan membagi-bagi resiko penanam modal.

2. Corner dan Ring,

Dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang yang melakukan spekulasi dengan jalan membeli dan menahan sebagian atau seluruh barang persediaan, sehingga barang yang bersangkutan menjadi kurang dan harganya menjadi naik. Spekulasi yang dilakukan oleh satu orang disebut Corner, sedangkan spekulasi yang dilakukan oleh beberapa orang disebut Ring.

3. Perusahaan Multinasional.

Suatu perusahaan yang memiliki produksi, penjualan, dan aktiva lain yang menghasilkan pendapatan pada berbagai negara, namun memiliki karyawan yang berasal dari negara tempat perusahaan.

Diterbitkan di: 27 Desember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.