Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Bisnis Internasional>Penggunaan Analisis Fundamental Untuk menghasilkan Return Maksimal

Penggunaan Analisis Fundamental Untuk menghasilkan Return Maksimal

oleh: panduanmenulis    
ª
 
PENGGUNAAN ANALISIS FUNDAMENTAL UNTUK MENGHASILKAN KEUNTUNGAN MAKSIMAL

Dalam melakukan analisis pemilihan saham ada dua aspek, yaitu aspek fundamental dan aspek teknikal. Aspek fundamental merupakan faktor yang diidentifikasi dapat mempengaruhi harga saham yang dapat mencerminkan kondisi perusahaan emiten. Analisis fundamental dilakukan oleh investor menggunakan data keuangan perusahaan untuk menghitung nilai intrinsik saham, oleh karena itu laporan keuangan merupakan informasi sangat penting.

Laporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen atas gambaran kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan yang dihadapkan dengan gangguan usaha yang berkelanjutan, dapat terancam dan mengalami kegagalan perusahaan. Cara yang umum untuk menganalisis laporan keuangan adalah penggunaan rasio-rasio keuangan. Hasil perhitungan rasio keuangan yang diperoleh dari seperangkat laporan keuangan, dapat menentukan kekuatan ekonomi perusahaan.

Pemilihan investasi tergantung dari beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah harga kondisi keuangan yang digambarkan dalam rasio keuangan. Dengan melakukan analisis fundamental investor dapat memproyeksikan dan menilai suatu perusahaan yang dapat memberikan keuntungan bagi investor.

Proses analisis keputusan investasi berdasarkan pendekatan analisis fundamental meliputi :
1. Mengetahui kinerja keuangan emiten melalui Analisis Laporan Keuangan emiten, termasuk Analisis Laporan Keuangan yang diproyeksikan ke periode yang akan datang, yaitu dengan membandingkan laporan keuangan emiten melalui perbandingan intern dan ekstern (emiten lain atau industri). Perusahaan yang kinerjanya dianggap lebih baik akan dipilih untuk investasi.
2. Menentukan nilai intrinsik efek Emiten melalui analisis sekuritas individu, dengan membandingkan apakah harga pasar per saham suatu emiten mispriced (undervalue atau overvalue).
3. Pengambilan keputusan investasi berdasarkan rekomendasi : Buy, Hold, Sell.
Pedoman Analisis (Keputusan kapan saham dibeli dan kapan saham dijual berdasarkan Analisis Fundamental)
1. Jika harga pasar lebih kecil dari nilainya/nilai intrinsik (Undervalue), maka saham tersebut harus dibeli atau ditahan sementara (buy and hold) dengan tujuan untuk memperoleh capital gain jika kemudian harganya naik.
2. Jika harga pasar saham sama dengan nilainya/nilai intrinsik, maka saham tersebut dalam kondisi seimbang, sehingga jangan melakukan transaksi (Hold). Tidak ada keuntungan yang diperoleh dari transaksi.
Jika harga pasar saham lebih besar dari nilainya/nilai intrinsik (overvalued), maka saham tersebut harus dijual untuk menghindari kerugian. Karena tentu harganya kemudian akan turun untuk menyesuaikan dengan nilainya.

Dikutip dari wartawarga.gunadarma.ac.id
Diterbitkan di: 22 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.