Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian IMPOR DAN PRE IMPOR

oleh: MindoriYasha     Pengarang : HENY
ª
 
A.PENGERTIAN IMPOR
Secara harfiah impor bisa diartikan sebagai kegiatan memasukkan barang dari suatu Negara (luar negeri) kedalam wilayah pabean Negara lain . Hal ini berarti melibatkan kedua Negara-dalam hal ini bisa diwakili oleh kepentingan dua perusahaan antar dua Negara tersebut-yang berbeda dan pastinya peraturan serta perundang-undangan yang berbeda pula. Negara yang satu bertindak sebagai sulpier dan satunya bertindak sebagai Negara penerima.
Impor adalah perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri kedalam wilayah kepabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Importir adalah perusahaan yang melakkan kegiatan perdagangan dengan cara memasukkan barang dari lura negeri kedalam wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Sebelum seseorang atau suatu perusahaan memtuskan untuk melakukan impor suatu barang ada baiknya harus memiliki pengetahuan mengenai tatacara, peraturan,dan prosedur impor yang berlaku, khusunya di willayah kepabeanan republic Indonesia.
B.Pre-Impor

Pada tahapan ini, calon importir harus mempersiapkan kelengkapan-kelengkapan yang berkaitan dengan perijinan.
Ijin dari departemen perdagangan
Calon importif harus mendapatkan ijin khusus dari departemen perdagangan republik Indonesia yang disebut dengan angka pengenal.
Ijin tersebut adalah :
• API adalah angka pengenal Impor untuk Importir umum berlaku selama erusahaan yang memilikinya masih menjalankan usaha
• APIS adalah angka pengenal impor sementara berlaku untuk jangka dua tahun dan tidak dapat diperpanjang
• API (S) Produsen diberikan kepada perusahaan produksi atau industry diluar PMA (Penanaman Modal Asing) atau PMDN (Penanaman Modal Dalan Negeri
• APIT adalah angka pengenal terbatas untuk perusahaan PMA / PMDN
SK menteri keuangan tentang pembebasan bea masuk
Seaindainya calon impotir mengingikan untuk menggunakan fasilitas pembebasan bea masuk dan atau penangguhan bea masuk-biasanya dilakukan oleh importir yang juga melakukan kegiatan ekspor- calon importir harus mengajukan fasilitas yang dinamakan KITE(Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) yang berisi keterangan berikut.
• Pembebasan bea masuk dan penangguhan PPN dan PPNBM
• Pengembalian bea masuk dan pembayaran PPN dan PPNBM
• Pembebasan bea masuk dan penangguhan PPN dan PPNBM serta pembebasan bea masuk dan penangguhan PPN dan PPNBM
Ijin Impor dapat diperoleh dengan cara :
APIS perusahaan wajib memiliki :
• Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) perusahaan besar atau menengah
• Kemampuan dan keahlian yang lazim diperlukan dalam perdagnagan impor berupa:
a. Pegawai yang mampu mengelola kegiatan perdagangan impor
b. Hubungan dagang dengan luar negeri
• Referensi Bank devisa
• Bukti adanya kewajiban pajak
API, Perusahaan :
• Wajib memiliki APIS
• Telah melaksanakan impor sekurang kurangnya 4 kali dan telah mencapai nilai minimal US$100,000.00.
• Tidak pernah membatalkan atau ingkar kontrak impor kecuali karena keadaan memaksa diluar kemamuan (Force Majeur)
APIS atu API umum diberikan kepada perusahaan yang hanya melakukan kegiatan usaha perdagangan. API atau API Produsen diberikan kepada perusahaan yang selain melakukan kegiatan produksi atau industry juga melakukan kegiatan impor bahan baku atau penolong untuk proses produksi atu industrinya sendiri diluar PMAdan PMDN untuk memperoleh APIS atu APIS , perusahaan wajib mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah Depatemen perdaganagn (Kakanwil-Depdag) tempat perusahaan berdomisili.
Jika semua kelengkapan dan persyaratan yang diajukan oleh calon importir telah terpenuhi, dalam tempo maksimal 14 hari kerja, SK MenKeu tentang pemberian fasilitas KITE terbesut sudah bisa diterima
Ijin Khusus
Jika barang-barang yang akan diimpor ternyata bukan barang baru, dibutuhkan ijin khusus dari departemen perdagangan serta dari pihak surveyor independent (SUCOFINDO atau surveyor dari luar negeri SGS).
Jadi ijin ini harus diperoleh dulu sebelum barang dikapalkan. Jika barang yang akan diimpor adalah barang baru, secara otomatis ijin khusus ini tidak diperlukan.
Diterbitkan di: 15 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yg dimaksud dg importir umum dan importir umum plus? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.