Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Bisnis Internasional>Indonesia Penghasil Emas Terbesar Asia

Indonesia Penghasil Emas Terbesar Asia

oleh: DChristianto     Pengarang : Dr Ir Adjat Sudradjat MSc
ª
 
Melihat kondisi geologinya, banyak ahli percaya bahwa bumi Indonesia mengandung emas yang cukup kaya. Produksi emas Indonesia sekarang yang mencapai hampir 48 ton per tahun telah menempatkan
Indonesia pada urutan ke-3 di Asia (sesudah Cina dan Papua Niugini) atau urutan ke-7 di dunia.
Dengan dimulainya produksi dari cebakan emas yang baru ditemukan seperti di Grasberg Irian Jaya, Minahasa, dan Sumbawa, diharapkan Indonesia akan segera menjadi penghasil emas terbesar di
Asia. Dari 50 tambang emas terbesar di dunia, Indonesia memiliki dua di antaranya, yaitu Grasberg pada urutan ke-4 dan Kelian, Kalimantan pada urutan ke-10.
Eksplorasi intensif yang dilakukan di Pegunungan Jayawijaya, Irian Jaya, telah menunjukkan pula tanda-tanda kandungan emas setidaknya di tiga lokasi. Diharapkan pada akhir abad ke-20 ini, Indonesia akan dapat menghasilkan lebih kurang 90 ton emas pertahun. Malahan Michael A. Noakes dari PT Kelian Equatorial Mining sangat optimis. "Dalam 10 tahun yang akan datang, sangat realistik
perkiraan bahwa Indonesia akan dapat memproduksi emas minimal 100 ton per tahun," ujarnya.

Selalu naik
Berbeda dengan harga logam-logam lain, harga emas di dunia selalu naik dengan konsisten.
Harga emas dunia naik secara pelan-pelan tetapi pasti. Malahan pada tahun 1980, harganya pernah meroket mencapai hampir 600 dollar AS untuk setiap troyounce (troz = 31,1 gram). Padahal harga rata-
rata sebelumnya hanyalah 300 dollar AS.
Menurut perkiraan analis ekonomi asal Afrika Selatan, pada abad ke-21 nanti emas dunia akan mengalami kekurangan dan karenanya harga emas akan terus naik. Ia mengatakan, "Memasuki abad ke-21 ekspor emas Afrika Selatan akan terus menyusut, karena cadangannya sudah habis atau biaya eksploitasinya terlalu tinggi karena tambangnya sudah terlampau dalam."
Padahal Afrika Selatan pada 20 tahun yang lalu adalah pemasok 65 persen kebutuhan emas dunia dan sekarang bersama-sama Amerika Serikat dan Australia masih memasok 50 persen kebutuhan dunia.

Konsumsi di Indonesia
Kebutuhan emas dalam negeri diperkirakan akan selalu meningkat. Konsumsi sekarang berkisar sekitar 120 ton per tahun. Angka ini meningkat lebih dari dua kali dibandingkan dengan kebutuhan pada
empat tahun sebelumnya, atau rata-rata naik 25 persen setiap tahun.
Tidak mengherankan konsumsi meningkat setiap tahun. Malahan seorang pakar ekonomi mineral dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat mengatakan, "Hanya logam emas yang akan tetap mempunyai prospek yang baik di masa depan, karena emas di samping mempunyai nilai industri juga mempunyai nilai magis serta tidak dapat disubstitusi."

Cebakan emas Indonesia
Kondisi geologi Indonesia sangat memungkinkan untuk pembentukan cebakan emas. Malahan Mining Journal Australia menempatkan kondisi geologi Indonesia pada urutan ketiga dalam daftar daya tarik untuk investasi di bidang pertambangan. Terlebih dengan tuntasnya pemetaan geologi sistematik oleh Jawatan Geologi Indonesia baru-baru ini, maka setiap jengkal tanah sudah dapat diketahui kondisi geologinya.
Dengan demikian, pencarian mineral akan lebih efisien karena mempunyai landasan eksplorasi yang kuat. Diperkirakan, peringkat daya tarik investasi juga akan meningkat. Dulu emas primer hanya ditemukan di jalur-jalur magmatik yang berumur tua. Jalur gunung api yang berumur Tertier dianggap tidak mengandung emas. Ternyata sekarang bahwa gunung api tersebut itu mengandung cukup kaya emas yang disebut cebakan emas epithermal.
Padahal Indonesia amat kaya dengan gunung api tua. Itulah sebabnya kondisi geologi Indonesia amat prospektif. Lebih disukai pula gunung api yang tadinya terbentuk di laut dangkal atau membentuk pulau kecil. Air laut telah membantu pembentukan cebakan emas karena sirkulasinya dalam perut bumi.
Seperti masih terlihat sekarang, Indonesia kaya dengan jalur-jalur gunung api yang membentuk pulau kecil. Itulah sebabnya daya tariknya makin meningkat.
Jalur emas Indonesia merentang dari Aceh sampai Sulawesi Utara, Irian Jaya, dan Kalimantan, atau seluruhnya mencapai lebih dari 8.000 kilometer. Daerah yang sudah diketahui cebakannya terdapat
di Aceh, Meulaboh, Muara Sipongi, Salida, Gunung Arum, Bengkulu, Lampung, Banten, Bogor, Tasikmalaya, Pacitan, Purwantoro, Sumbawa, Flores, Alor, Wetar, Sulawesi Tengah, Paleleh-Sumalata (Sulut), Minahasa, Kepulauan Sangir-Talaud, Kaputusan (Maluku).
Kemudian Pegunungan Jayawijaya-Irian Jaya seperti Geleide, Gunung Bijih (Ertsberg, Grasberg), Sungai Kakan, Pegunungan Cyclop, dan sekitar Jayapura. Jalur emas Kalimantan mempunyai dua cabang
yaitu Kalimantan Barat-Kalimantan Timur dan Pegunungan Meratus-Kalimantan Timur. Jalur emas ini melalui Kalimantan Tengah.
Para ahli menyebut jalur itu sebagai koridor emas Kalimantan. Tempat-tempat yang sudah diketahui pada jalur ini adalah Singkawang, Melawi, Karihun-Long Nawan, Schwaner, Masuparia, Kahayan, Mahakam,
Kutai, Kendilo dan lain-lain. Emas diproduksi oleh delapan perusahaan, yaitu PT Freeport Indonesia (25 ton per tahun), PT Kelian Equatorial Mining (13 ton), PT Prima Lirang (2,6 ton), PT Indomuro Kencana (4,8 ton), PT Monterado Mas (0,35 ton), PT Ampalit Mas Perdana (0,35 ton), PT Lusang Mining (0,8 ton), dan PT Aneka Tambang/G. Pongkor (2 ton).
Dengan kemajuan pengetahuan mengenai kondisi geologi dan meningkatnya eksplorasi, maka pada penutup abad ke-20 ini diperkirakan Indonesia akan memproduksi lebih kurang 100 ton emas.
Angka ini merupakan ranking pertama produksi emas Asia. Prospek emas Indonesia amat cerah Di samping daya tarik geologinya, biaya eksplorasinya juga cukup kompetitif. Untuk menemukan 1 troyounce (31,1 gram) emas diperlukan biaya eksplorasi sebesar 35 dollar AS. Bandingkan dengan biaya eksplorasi di Amerika yang mencapai 44 dollar AS untuk menemukan 1 troyounce emas. Padahal
harga emas di mana-mana sama.
Diterbitkan di: 16 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    indonesia dapat apa???????? penjajahan ekonomi ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    dapat bencana.. 31 Oktober 2012
  1. Jawaban  :    indonesia dapat miskinnya 05 September 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    malaysia negara penghasil....terbesar di dunia ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    teroris 05 September 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    langkah apa yg harus diambil Pemerintah....???/haruskah perang dengan kemiskinan....??? tolong di pertimbangkan Bosssssss nasib kami Thanks. ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    pemerintah harus tegas seperti jaman soekarno dan soharto. ganyang malasia 05 September 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. eri

    percuma

    walaupun kaya emas, kita tetap miskin. yang kaya tu ya orang luar.

    1 Nilai 24 April 2012
X

.