• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Saya Bermimpi Jadi Konglomerat

oleh : gimut    

Pengarang : Kwik Kian Gie
Di bawah lindungan pohon beringin yang rindang saya merenung kembali betapa beruntungnya saya, mampu memanfaatkan segala
kesempatan untuk mempunyai banyak perusahaan hanya dengan dengkul.
Tahun 70 an, ketika diberlakukan Undang-undang mengenai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Dengan fee kepada konsultan yang bisa membuat feasibilitity study yang meyakinkan, kemudian diajukan untuk diakui oleh BKPM. Pengakuan keluar bersamaan dengan fasilitas kredit investasi. Syaratnya punya modal 25% maka yang 75% lagi segera diberikan oleh bank,  kredit dengan bunga rendah.
Proyek hotel 1000 kamar diajukan. Modal 10 milyar. Kredit investasi 7,5 milyar sudah di ujung tangan. Sayangnya yang 2,5 milyar tak punya alias modal dengkul saja. Akalan pun dilakukan, berdasarkan rancangan 1000 kamar, maka saya diberi izin mengimport bebas bea masuk  apa saja yang dibutuhkan untuk membangun hotel. Kramik kloset, bak mandi, peralatan dapur, bantal selimut seperai yang serba mewah. Saya masukkan dulu untuk kebutuhan 400 kamar. Tetapi tidak dipakai ke hotel. Barang dijual di pasar dengan  harga pasar. Untung besar, masuk bebas pajak import dan labanya 1 milyar.
Rencana membangun hotel direvisi menjadi 600 kamar,  maka modal hanya perlu 8 milyar. 25% modal sendiri jadi 2 milyar. Di tangan sudah ada 1 milyar perlu 1 milyar lagi untuk mendapat untuk mendapat kredit investasi 75%..
Impor kebutuhan 600 kamar hotel dilakukan, dan saya minta kepada pemasok di LN supaya harga dinaikkan alias overprice. Dari overpricing ini saya mempunyai dana di LN sebesar  1,415 milyar Dana di LN dideposito  1 milyar dollar atas nama pribadi di Swiss, padahal hotel belum berdiri.
Bersamaan dengan dibangunnya hotel, proyek lain dibuat, pabrik yang dipacu PMDN dengan pola yang sama. 10 perusahan kini berdiri. Logo yang bagus buatan perusahaan terkenal dipesan, Kwiik's Group of Campanies.
Saya pun bonafid kini. Kalau perusahaan tertekan bunga yang berat, kadang saya minta tambahan kredit kepada bank dan dengan halus saya katakan saya akan bangkrut bila tidak diberi kredit . Biasanya diberi bank.
Kadang rekayasa yang lain, seperti pengembangan usaha.
Pat gulipat dengan bank terus saya jalankan. Termasuk kepada bank milik sendiri juga.
Go Public lagi naik daun. Maka buru-buru semua perusahaan "Kwik Group of Companies" disiapkan untuk go public. Caranya mudah, buat laporan audit oleh akuntan publik  bahwa 2 tahun terakhir mendapat laba yang mengesankan. Yang rugi pun bisa dibuat menjadi perusahaan beruntung. Rekayasa antar perusahan dalam group dan menjual saham bisa dilakukan.
Akusisi internal juga jadi model. Jual beli perusahaan juga dilakukan antar perusahaan dalam group. PT  A  saya suruh membeli saham PT B, PT C, PT  PT lainnya. Semuanya 20% sudah di tangan publik dan yang 80% tetap milik saya pribadi.
Masa menjual saham di Bursa Efek pernah sulit lalu saya buat akalan baru. Jual obligasi konversi tidak saya jual kepada bank, tapi langsung kepada rakyat yang tidak begitu mengerti persoalan. Media meliput, saya dianggap kredibel sangat bonafit.
Lambat laun semua kemungkinan meraup uang dari Bursa Efek juga mulai seret, kembali ke sumber dana konvesional, minta kredit ke bank. Bedanya sekarang usaha raksasa dan ada 100  perusahaan. Untuk berhasil harus meyuap memang. Eksperimen lain untuk mendapatkan uang berikut pun dilakukan Proyek 500 milyar saya naikkan menjadi 600 milyar. Begitu kredit keluar langsung 100 milyar saya depositokan  di Swiss. Sambil mendirikan proyek saya sekali gus memiliki pabrik, tetapi diimbangi dengan hutang besar. Ini semuanya terang di dalam pembukuan. Yang orang tidak tahu adalah simpanan saya di deposito di LN bertambah dengan 100 milyar.
Kredit sudah macat betul dan tak tertahan. Perusahaan yang sudah mentok tetap dijalankan dengan mengambil dana dari perusaah yang lain yang kemudian  menjadi perusahan yang tidak sehat pula. Demikian satu persatu mulai rontok.
Rentang kendali saya sudah mentok. Maka saya sebenarnya melakukan judi dengan uang orang banyak. Judinya adalah untung-untungan dalam memilih Direktur. Kalau dia hebat , perusahan berkembang.atau sebaliknya.. Yang bangkrut lebih banyak dari yang sehat. Membuat saya pusing, sedih. Bukan karena hidup sehari-hari yang merosot. Saya pribadi sudah punya deposito sangat cukup. Namun suasana down menghilangkan naungan rindangnya pohon beringin.
Jumlah seperti saya ini paling cuma 1% dari jumlah pengusaha yang ada. Tetapi masing-masing memutar uang yang sangat besar. Bagi mereka  jumalah ratusan milyar sampai trilyunan biasa-biasa saja.
Gimut. Jakarta 21092009
Diterbitkan di: September 21, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.