Pada sosialisme sejarahlah yang memiliki sumber daya dan modal.
Pilar-pilar Sosialisme
1. Menggunakan perencanaan
dalam mengalokasi. Jika negara yang menjalankan, individu diperkenankan memiliki human capital. Alat-alat tersebut digunakan untuk konsumtif.
2. Individu tidak boleh mempunyai consumen durable goods. Capital equipment harus dimiliki negara sebagai modal untuk produksi inti. Semua pekerja bekerja oleh negara. Barang-barang konsumsi dan jasa-jasa diproduksi oleh negara dan dieli oleh negara bukan pasar. Oleh karena itu prinsip yang dijunjung tinggi "to each according to his needs and to each according to ability". Ini membantu distribusi pendapatan. Pada perencanaan orang-orang tidak boleh menjadi entrepreneur atau kapitalis. Semua company itu state company. Dalam sosialis semua direncanakan.
3. Barang-barang yang diproduksi direncanakan dan keputusan diambil oleh perencana. Keputusan bergantung pada keyakinan-keyakinan khusus mereka dan pada struktur perekonomian.
4. Cara memproduksi barang :
- para manajer pabrik boleh memilih teknis produksi atau
- perencana yang menentukan
- pembagian pendapatan pada tingkat tertentu juga direncanakan oleh perencana, tingkat upah relatif. Hal ini dapat menimbulkan aneka macam masalah. Upah relatif ditentukan oleh supply dan demand juga.
5.Pada umumnya perekonomian berencana dapat lebih dikendalikan laju pertumbuhan ekonomi daripada oleh perencana, karena negara dapat menentukan volume investasi. Jadi konjungtur bukan masalah perekonomian perencanaan.