Kapitalisme adalah mekanisme pasar, yang berkuasa konsumen.
Dalam dunia nyata, pemerintah ikut campur baik dalam
pajak maupun subsidi maka sekarang harga-harga relatif.
Scarcity atau kelangkaan menyebabkan harga barang tinggi.
Pasar
kapitalisme sering menimbulkan inequality (ketidaksamaan/ ketidakmerataan yang cukup besar.
Pemerintah dapat ikut campur tanpa merusak pasar bebas atau merusak property right. Caranya adalah melalui penerapan pajak progresif atau pajak penghasilan. Orang yang berpenghasilan tinggi dikenai pajak tinggi (pajak progresif) dan orang yang berpenghasilan rendah dikenai pajak rendah.
Pertumbuhan ekonomi Laju pertumbuhan ekonomi secara fundamental tergantung pada berapa banyak dana yang akan ditabung serta diinvestasikan oleh masyarakat.
Pendapatan jika ditabung pendapatan tidak dikonsumsi untuk masa depan atau untuk investasi. Tugas pemerintah dalam investasi adalah membuat kebijakan yang dapat mempengaruhi pihak-pihak tersebut.
Salah satu kebijakan investasi :
Secara ekonomi pertumbuhan dapat tumbuh dengan cepat jika ada saving dan investasi. Nanti ini ujung-ujungnya untuk tabungan. Pelaku yang menabung adalah individu, perusahaan, dan pemerintah. Perusahaan menabung pada saat laba tidak dibagikan kepada shareholders. Depresiasi merupakan tabungan untuk perusahaan. Pemerintah menabung pendapatannya seperti migas dan non migas.
Di Indonesia tabungan ini dipakai untuk pembangunan. Jika kita mengumpulkan dan menjumlahkan modal, kita sebut akumulasi modal.
Perekonomian pasar tidak selalu stasis, selalu ada fluktuasi bisnis (Business Cycle/Konjungtur). Perekonomian pasar punya periode boom, periode bass (mengalami inglasi dan pengangguran yang silih berrganti.
Menurut Karl Marx Business Cycle merupakan sebuah flow capital.Karl Marx membicarakan tentang 2 kelas yaitu kapitalisme dan roketariat.