Di dalam Tesis yang disajikan tersebut, tersirat bahwa Penulis mencoba untuk menjelaskan suatu alternatif dari produk
asuransi jiwa yang lebih kompetitif dan transparan dalam perhitungan serta menjelaskan penetapan asumsi-asumsi teknis yang digunakan.
Inti topik yang dibahas didalam karya tulis ini adalah mengenai desain produk asuransi jiwa universal (universal life insurance) dengan dua jenis santunan duka, yaitu:1. Santunan duka tetap (level death benefit), dan, 2. Santunan duka meningkat (increasing death benefit).
Pembahasan atas kedua produk tersebut meliputi spesifikasi produk asuransi jiwa universal, seperti konsep cadangan premi, nilai tunai, premi, garansi tingkat bunga, biaya polis, biaya pengunduran diri (surrender charges), accumulation value, cost of insurance dan mortality charges.
Dalam mendesain produk ini, metode yang digunakan adalah metode proyeksi cash flow. Adapun mekanisme kerja metode ini secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Premi yang dibayarkan pada setiap awal periode dikurangi dengan biaya dan premi risiko, kemudian bagian premi sisanya diinvestasikan hingga membentuk nilai tunai pada akhir periode.
- Nilai tunai yang terhimpun pada akhir periode sebelumnya ditambah dengan premi lanjutan pada awal periode yang baru tersebut sehingga membentuk menjadi dana awal.
- Dana awal ini selanjutnya dikurangi lagi dengan biaya dan premi risiko dan bagian premi sisanya juga diinvestasikan kembali hingga membentuk nilai tunai pada akhir periode.
- Demikian seterusnya proses berulang hingga pertanggungan berakhir.
Untuk mengetahui pengaruh perubahan tabel mortalita dan tingkat bunga aktual terhadap besar perubahan manfaat asuransi, dilakukan dengan membuat berbagai skenario dalam proses analisis terhadap produk. Dari hasil perhitungan dalam proses analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa perubahan garansi tingkat bunga aktual mempunyai pengaruh yang sangat besar dan signifikan terhadap besarnya nilai tunai yang terhimpun pada akhir periode. Dengan menggunakan tabel mortalita CSO 1980 ternyata diketahui dapat menghasilkan manfaat asuransi yang lebih kompetitif jika dibandingkan dengan menggunakan tabel mortalita CSO 1958 maupun tabel mortalita TMI 1993.
Penjelasan atas model yang dipakai, untuk model level death benefit lebih menekankan pada pengembangan nilai tunai sedangkan model increasing death benefit lebih menekankan pada besar santunan duka yang akan diterima oleh Penerima manfaat asuransi.
Selanjutnya, ternyata diketahui bahwa model asuransi jiwa universal ini menghasilkan
return yang lebih tinggi dibanding dengan produk-produk asuransi jiwa tradisional meskipun
return yang dihasilkan masih lebih rendah jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti reksadana, obligasi atau saham.