Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Sumber Daya Manusia>Indikator Produktivitas Kerja dan Cara Pengukurannya

Indikator Produktivitas Kerja dan Cara Pengukurannya

oleh: eagle2013     Pengarang : Berbagai Sumber
ª
 
Variabel produktivitas kerja sering digunakan sebagai bahan kajian oleh seorang peneliti, seperti penelitian untuk Skripsi, Tesis, Disertasi, KTI (Karya Tulis Ilmiah), Artikel, Jurnal, dan Makalah. Umumnya variabel produktivitas kerja digunakan sebagai variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi variabel lain. Agar variabel produktivitas kerja dapat dianalisis, maka seorang peneliti harus menyampaikan indikator produktivitas dan cara pengukurannya. Pada dasarnya ada beberapa indikator produktivitas kerja yang dapat digunakan oleh seorang peneliti, antara lain :
1. Output
2. Input
3. Efektivitas Kerja
4. Efisiensi Kerja
Indikator output dan input digunakan apabila variabel prediktor dapat langsung diukur dengan angka. Contoh variabel prediktor adalah upah yang langsung dapat diukur dalam rupiah, sehingga konsisten dengan indikator output dan input yang juga dapat diukur langung dengan angka. Jika menggunakan indikator output dan input, maka ukuran produktivitas kerja dapat ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
P = I/O
P = Produktivitas Kerja
I = Input
0 = Output
Contoh perhitungan :
Diketahui :
Input = 100
Output = 150
Maka produktivitas kerja :
P = 100/150
P = 0,67
Untuk lebih jelasnya mengenai perhitungan produktivitas kerja, disarankan untuk membaca buku Manajemen Sumber Daya Manusia karangan Malayu S.P. Hasibuan.
Sedangkan indikator efektivitas kerja dan efisiensi kerja digunakan apabila variabel prediktor tidak dapat langsung diukur dengan angka. Contoh variabel prediktor adalah lingkungan kerja yang tidak dapat diukur langsung dengan angka. Jika menggunakan indikator efektivitas kerja dan efisiensi kerja, maka untuk mengukur produktivitas kerja peneliti harus membuat kuesioner untuk masing-masing indikator, setiap jawaban ditentukan skala pengukurannya. Misalnya, sangat setuju diberi skor 5, setuju diberi skor 4, ragu-ragu diberi skor 3, tidak setuju diberi skor 2, sangat tidak setuju diberi skor 1.
Demikianlah indikator produktivitas kerja dan cara pengukurannya. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda.
Diterbitkan di: 05 Februari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.