Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Sumber Daya Manusia>Indikator Motivasi dan Cara Pengukurannya

Indikator Motivasi dan Cara Pengukurannya

oleh: eagle2013     Pengarang : Berbagai Sumber
ª
 
  • Variabel Motivasi seringkali dijadikan bahan penelitian, baik penelitian untuk skripsi, tesis, dan disertasi, jurnal, artikel dan makalah. Variabel motivasi dapat djadikan sebagai variable bebas (variable yang mempengaruhi) dan dapat pula djadikan variable terikat (variable yang dipengaruhi), tergantung judul penelitian yang dipilih oleh seorang peneliti. Misalnya judul penelitian "Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja", variabel motivasi dalam judul tersebut sebagai variabel bebas. Jika judul penelitian "Pengaruh Upah Terhadap Motivasi Karyawan", variabel motivasi dalam judul tersebut sebaga variabel terikat. Untuk mengukur variable motivasi, maka seorang peneliti menentukan indikator motivasi tersebut. Pada dasarnya indikator motivasi tersebut cukup banyak, antara lain :

    1. Upah/Gaji
    2. Keamanan kerja
    3. Kondisi kerja
    4. Status
    5. Prosedur perusahaan
    6. Hubungan interpersonal
    7. Tanggung jawab
    8. Kemajuan pegawai
    9. Pekerjaan itu sendiri
    10. Kemungkinan berkembang
    11. Keinginan untuk dapat hidup
    12. Keinginan untuk dapat memiliki
    13. Keinginan untuk memperoleh penghargaan
    14. Keinginan untuk memperoleh pengakuan
    15. Lingkungan kerja
    16. Kompensasi yang memadai
    17. Supervisi yang baik
    18. Adanya jaminan pekerjaan
    19. Adanya penghargaan atas prestasi
    20. Peraturan yang fleksibel
    21. Kebutuhan akan prestasi (need for achievement)
    22. Kebutuhan akan persatuan atau afiliasi (need for affiliation)
    23. Kebutuhan akan kekuasaan (need for power)
    24. Motif
    25. Harapan
    26. Insentif
    27. Dan lain sebagainya.
  • Dari berbagai indikator motivasi tersebut di atas, peneliti dapat memilih beberapa indikator atau seluruh indikator motivasi. Setelah peneliti menentukan indikator motivasi, maka langkah selanjutnya peneliti membuat kuesioner (daftar pertanyaan) dari indikator motivasi dan kemudian menentukan skala pengukuran. Misalnya skala 1 sampai 3, skala 1 sampai 4, 1 sampai 5, skala 1 sampai 7, skala 1 sampai 10, tergantung tingkat pendidikan responden dan kemampuannya untuk membedakan skala tersebut. Seorang responden yang hanya lulusan SD tentu akan sangat sulit untuk membedakan skala 1 sampai 7 apalagi skala 1 sampai 10.

    Diterbitkan di: 26 Januari, 2013   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    yang dimaksud dengan skala Lihat semua
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .