Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Sumber Daya Manusia>Penilaian Kinerja Dengan Balanced Scorecard

Penilaian Kinerja Dengan Balanced Scorecard

oleh: j46rix     Pengarang : j46rix
ª
 
Dalam perkembangan bisnis yang semakin kompetitif beberapa perusahaan mulai melakukan penilaian kinerja yang mencakup semua aspek. Menilai kinerja suatu perusahaan hanya dengan ukuran-ukuran keuangan saja dinilai kurang mewakili. Hal ini disebabkan karena ukuran-ukuran keuangan memiliki beberapa kelemahan yaitu diantaranya : Pendekatan finansial bersifat historis sehingga hanya mampu memberikan indikator dari kinerja manajemen dan tidak mampu sepenuhnya menuntun perusahaan kearah yang lebih baik. Pengukuran lebih berorientasi kepada manajemen operasional dan kurang mengarah kepada manajemen strategis. Tidak mampu mempresentasikan kinerja intangible aset yang merupakan bagian struktur dari aset perusahaan.
Balanced scorecard dapat digunakan sebagai alternatif pengukuran kinerja perusahaan yang lebih komprehensif dan tidak hanya bertumpu pada pengukuran atas dasar perspektif keuangan saja. Banyak manfaat-manfaat yang dirasakan oleh perusahaan-perusahaan yang menerapkannya.
Balanced Scorecard
Balanced Scorecard dikembangkan oleh Norton pada tahun 1990. Balanced Scorecard merupakan suatu ukuran yang cukup komprehensif dalam mewujudkan kinerja, yang mana keberhasilan keuangan yang dicapai perusahaan bersifat jangka panjang. Balanced Scorecard tidak hanya sekedar alat pengukur kinerja perusahaan tetapi merupakan suatu bentuk transformasi strategik secara total kepada seluruh tingkatan dalam organisasi. Dengan pengukuran kinerja yang komprehensif tidak hanya merupakan ukuran-ukuran keuangan tetapi penggabungan ukuran-ukuran keuangan dan non keuangan maka perusahaan dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih baik.
Diharapkan Balanced Scorecard mampu menjawab pertanyaan pokok yakni ;
- Bagaimana penampilan perusahaan dimata para pemegang saham?. (perspektif keuangan).
- Bagaimana pandangan para pelanggan terhadap perusahaan ? (Perspektif pelanggan).
- Apa yang menjadi keunggulan perusahaan? (Perspektif proses internal).
- Apa perusahaan harus terus menerus melakukan perbaikan dan menciptakan nilai secara berkesinambungan? (Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan).
Pada dasarnya Balanced Scorecard dikembangkan dalam 4 kerangka perspektif yang meliputi ;
1. Perspektif Keuangan/financial ; Untuk berhasil secara financial, apa yang harus ditunjukkan kepada para pemegang saham ? Tujuan….. Ukuran….. Sasaran …… Inisiatif………
2. Perspektif Pelanggan ; Untuk mewujudkan visi, apa yang harus ditunjukkan kepada para pelanggan ? ; Tujuan…… Ukuran …… Sasaran ……. Inisiatif………
3. Persepektif Proses Bisnis Internal ; Untuk menyenangkan para pemegang saham dan pelanggan, Proses bisnis apa yang harus dikuasai ? ; Tujuan……. Ukuran….. Sasaran ……. Inisiatif…….
4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ; Untuk mewujudkan visi, bagaimana memelihara kemampuan untuk berubah dan meningkatkan diri ? ; Tujuan ……. Ukuran…… Sasaran ….. Inisiatif ……
Perspektif tersebut dibuat dalam suatu kartu yang diberi penilaian (Score) secara berimbang (Balanced). Kartu skor adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja seseorang. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan oleh peronil di masa depan. Melalui kartu skor, skor yang akan diwujudkan personil di masa depan dibandingkan dengan hasil kinerja sesungguhnya. Hasil perbandingan ini digunakan untuk melakukan evaluasi atas kinerja personil yang bersangkutan. Kata berimbang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kinerja personil diukur secara berimbang dari dua aspek: keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, intern dan ekstern. Oleh sebab itu personil harus mempertimbangkan keseimbangan antara pencapaian kinerja keuangan dan non keuangan, antara kinerja jangka pendek dan jangka panjang, serta antara kinerja yang bersifat intern dan yang bersifat ekstern jika kartu skor personil digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan.
Sampai disini mungkin masih agak membingungkan. Tapi kalau bisa digambarkan dalam suatu kerangka dan disimulasikan akan lebih jelas. Sayangnya penulis belum bisa menyusun gambar dan kerangka yang dapat menjelaskan cara kerja Balanced Scorecard pada ruang yang sempit ini. Semoga bermanfaat.
Diterbitkan di: 25 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.