• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Ekonomi>Sumber Daya Manusia>The Peter Principle, Why Things Always go Wrong

.

The Peter Principle, Why Things Always go Wrong

oleh : GranatWP    

Pengarang : Dr. Laurence J. Peter & Raymond Hull Peter
Buku ini adalah hasil survey yang dilakukan oleh Dr. Laurence J. Peter pada birokrasi yang ada di pemerintahan USA. Dari
survey tersebut dia membuat teori yang terkenal dengan nama: The Peter Principle. Buku ini berisi antara lain:
1. Pada hakekatnya kehidupan manusia mengikuti kurva kompetensi yaitu dari kurva bawah mulai dari tidak kompeten (tidak berkemampuan) naik mengikuti jenjang hirarki menuju kurva kompeten terus naik sesuai dengan kompetensinya yang terus meningkat sampai pada suatu saat akan saturated (titik jenuh) dan kembali mengalami kurva menurun menjadi tidak kompeten kembali.
2. Jarang manusia yang tidak mengikuti kurva kompetensi (walaupun ada) karena masyarakat terbiasa dengan sistem hirarki baik dalam pekerjaan, birokrasi pemerintahan maupun militer. Dimana pada level kompetensi tertentu seseorang mendapatkan jabatan tertentu dan terus naik sampai pada suatu saat dia menduduki posisi atau jabatan dimana sebetulnya dia tidak kompeten dalam jabatan atau posisi tersebut.
3. Karena kita sangat kompeten mengerjakan pekerjaan pada posisi tertentu otomatis akan di promosikan naik ke level berikutnya yang belum tentu kita kompeten menjalankannya. Seumpamanya seorang pegawai senior yang kompeten diangkat jadi Manager, padahal pada posisi Manager belum tentu pegawai tersbut kompeten yang berarti dia memasuki level tidak kompeten.
4. Setiap orang mepunyai level yang berbeda untuk menjadi tidak kompeten dalam suatu hirarki, kadang-kadang hanya satu atau dua level naik sudah jadi tidak kompeten, ada juga yang tidak kompeten setelah sampai puncak hirarki dan ada juga orang yang mengalami apa yang dinamakan super kompeten.
5. Super kompeten adalah suatu kondisi dimana seseorang (walaupun jarang tapi ada) sudah mencapai puncak hirarki tapi tetap saja kompeten, oleh karena orang seperti ini akan mencari bidang-bidang lain untuk digeluti sampai pada suatu saat dia menggeluti suatu bidang yang dia tidak kompeten untuk menjalankannya - karena itu tidak seorangpun yang bisa lepas dari Peter Principle.
6. Orang selalu berlomba-lomba menaiki jenjang hirarki yang lebih tinggi bukan karena dia suka menjalaninya, tapi kebanyakan dipicu oleh dorongan istri/suami, keluarga atau gengsi sosial. Oleh karena itu banyak orang pada posisi hirarki yang tinggi tidak bahagia hidupnya dan mulai timbul berbagai penyakit akibat keterpaksaan untuk mencapai hirarki setinggi mungkin yang sebetulnya dia tidak kompeten menjalankannya.
7. Kekacauan yang timbul dalam masyarakat, pelayanan yang buruk dari pemerintahan kebanyakan disebabkan karena posisi-posisi di hirarki tertinggi dalam masyarakat dan pemerintahan lebih banyak diduduki oleh orang-orang yang tidak kompeten diakibatkan sistim promosi hirarki. Seorang yang kompeten dalam level tertentu belum tentu kompeten pada level berikutnya - salah satu dari Peter Principle.
8. Ada dua cara untuk bisa naik ke posisi setinggi mungkin dalam hirarki:
a. Dengan cara pull (tarik) yaitu seseorang mencari mentor atau keluarga yang posisinya lebih tinggi yang akan menarik anda pada posisi setingi-tingginya dalam hirarki tergantung kemampuan mentor atau keluarga tersebut untuk menarik. Tidak jarang seseorang akan beganti-ganti mentor agar bisa mencapai hirarki yang setinggi mungkin. Cuma harus diingat, walaupun anda bisa mendapatkan posisi tersebut, belum tentu anda bahagia karenanya, kalau anda tidak kompeten melaksanakan tugas pada posisi tersebut, ada bisa terkena sindrom incompetency seperti: penyakit-penyakit yang mungkin timbul.
b. Dengan cara push (dorong) anda mendorong diri sendiri untuk lebih kompeten dengan cara membaca banyak buku "self-improvement", ambil kuliah malam atau universitas terbuka. Sekali lagi anda mungkin bisa naik ke hirarki setinggi mungkin dengan cara ini sampai pada suatu titik dimana push ini sebetulnya sudah mendorong diri anda diluar kemampuan anda sendiri yang akan menimbulkan sindrom incompetency: umumnya adalah mulai timbulnya berbagai penyakit.
Menurut Peter Principle tenaga pull lebih efektif dibandingkan dengan push untuk mencapai hirarki setinggi mungkin.
9. Syndrom Incompetency yaitu suatu kondisi anda memaksakan diri menduduki posisi yang sebenarnya anda tidak kompeten melaksanakan tugas dengan baik:
a. Timbulnya banyak gejala penyakit: darah tinggi, jantung, gangguan lambung, migren, dll.
b. Mengalihkan dengan kegiatan simple lain yang anda merasa lebih kompeten: lebih banyak main golf, olahraga, atau club-club lainnya yang sebetulnya tidak ada kaitannya dengan pekejaan yang sekedar pengalihan dari pekerjaan yang digeluti yang cukup menyulitkan. Dalam banyak hal seseorang bisa menutupi incompetency-nya dengan cara ini.
c. Lebih banyak membanyol atau bercanda dari pada kerja.
10. Tidak peduli hirarki. Menurut teori ini, kita akan hidup lebih bahagia kalau kita puas dengan pekerjaan yang kita lakukan dengan baik saat ini sepanjang hidup kita dan menolak promosi yang ditawarkan. Banyak orang yang hidup lebih bahagia dengan menghindarkan diri dari sistem hirarki. Seorang office boy mengerjakan pekejaannya sebagai office boy dengan kompeten sampai tua dan tetap bahagia sepanjang hidupnya. Seorang petani terus bertani dengan kompeten sepanjang hidupnya dengan bahagia. Oleh karena itu apa tujuan hidup anda: kebahagiaan atau mencapai puncak hirarki setinggi-tingginya.
Kesimpulan: "Watch out" kalau anda mandapatkan promisi, mungkin pada next level anda akan mencapai level incompetency. Atau anda seorang super competent yang menjelajahi banyak bidang profesi untuk mencari incompetency anda?
Diterbitkan di: Agustus 09, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.