• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Ekonomi>Sumber Daya Manusia>Kiat Memilah Naskah untuk Ditulis di shvoong

.

Kiat Memilah Naskah untuk Ditulis di shvoong

oleh : ishak_zainal     


Informasi bertebaran di mana-mana. Penulis bisa mendapatkan naskah tulisan di mana saja.

Semuanya dapat menjadi bahan tulisan mengisi shvoong. Yang lebih penting dari itu, bagaimana mengubah bahan mentah informasi yang kita peroleh hingga lebih menarik dari bahan “mentahnya”.
Dalam tulisan Tips Menulis di shvoong. www.kotak-wasiat.blogspot.com menulis tips bagaimana memilah naskah agar tulisan tersebut mendapat perhatian dari pembaca. Strateginya yaitu memilih bahan informasi dengan mengategorikan naskah atau sumber informasi misalnya buku dengan mencari adanya unsur yang “penting”, “menarik” dan “bermanfaat” dari naskah tersebut. Tiga kategori inilah sebagai indikator agar naskah tersebut ditulis dan disajikan kepada pembaca shvoong.
Untuk memahami lebih cepat kategori naskah penting, penulis memberi contoh tulisan di shvoong di kategori buku  berjudul Assikalaibineng (Kitab Persetubuhan Bugis). Penulis mengategorikan naskah tersebut penting karena mengandung muatan nilai adat, religius, serta pendidikan seks kepada pembaca. Ada hal informasi terbaru meski buku tersebut bersumber dari naskah tua. Sebuah kitab tua dari bahasa Lontara (bugis-makassar) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.  Contoh lainnya di kategori Hukum dan Politik yang berjudul Modus Kecurangan dalam Pemilu. Ini penting terutama bagi para caleg. Selain itu momen yang tepat.
Memang membedakan defenisi dan kategori tulisan penting agak sulit dibedakan dengan kategori naskah menarik. Karena kadang ada informasi penting tapi sebenarnya tidak menarik. Untuk membedakan tulisan menarik. Contohnya naskah Ular Berkepala Dua. Jika tulisan dimuat di shvoong tentu pembaca tertarik membacanya, karena unik, aneh dan tidak biasanya meski sebenarnya bukan kategori penting.
Agar lebih jelas membedakan naskah penting dan menarik penulis memberi contoh lebih riil.
Wapres Jusuf Kalla umumkan kenaikan anggaran pendidikan. Informasi ini penting, namun belum tentu menarik. Yang menarik, jika Jusuf Kalla berpidato umumkan kenaikan anggaran pendidikan, tiba-tiba mati lampu.
Nah, jika ditulis dalam dua judul maka tulisan Wapres Jusuf kalla Umumkan Kenaikan Anggaran Pendidikan (ini kategori penting). Tulisan lain, Di tengah Pidato Jusuf Kalla, Istana Kepresidenan gelap gulita (ini kategori menarik). Meski hanya satu informasi, namun dua hal yang terkandung dalam informasi itu yaitu ada unsur pentingnya dan ada unsur menariknya.
Mana yang lebih didahulukan? Dari sumber naskah atau informasi tersebut, agar pembaca tertarik, maka saat menulis sebaiknya mendahulukan tulisan yang menarik terlebih dahulu yaitu istana kepresidenan yang tiba-tiba gelap gulita, selanjutnya menyisipkan naskah informasi penting kenaikan angaran pendidikan. Tujuan mendahulukan informasi menarik agar menggirim pembaca ke informasi penting dan berguna.
Sementara menentukan kategori naskah bermanfaat, penulis memberi contoh tulisan di shvoong ketegori website www.kotak-wasiat.blogspot.com. Penulis memberi informasi bagaimana berbisnis tanpa modal seperti bisnis percetakan. Informasi tersebut memiliki azas manfaat bagi pembaca, disertai tips-tip, langkah-langkahnya memulai bisnis.
Jadi sebenarnya, dalam proses mencari naskah untuk ditulis, yaitu bagaimana melihat suatu bahan tulisan itu dari sisi kategori bahan penting, menarik dan nilai manfaatnya bagi pembaca. Karena itu, dalam memilah naskah, penulis perlu memiliki kepekaan mencari sudut pandang terutama isi yang menarik, penting dan bermanfaat.
Agar pembaca tertarik, sebaiknya penulis menelusuri terlebih dahulu isi buku atau informasi lain dengan mencari redaksi yang menarik terlebih, penting dan nilai manfaatnya. Jika mendapatkan hal menarik, sebaiknya menulis pada leadnya (pengantarnya). Tujuannya, agar mengantar pembaca tertarik saat membaca ringkasannya hingga melanjutkan membaca isinya. Isinya kategori penting.
Namun mesti diingat, jangan hanya judul atau leadnya (ringkasannya) yang menarik. tapi isinya sama sekali tidak ada informasi yang penting. Tentu pembaca merasa terjebak, dan tentu merugikan penulis sendiri. Ingat, kepuasan seorang penulis adalah bagaimana karyanya dibaca karena ada manfaatnya. Nah, kalau ada manfaatnya tentu akan mendapat apresiasi nilai dari pembaca. Jadi di sini memang kita juga harus fair memberi nilai atas karya orang lain. Artinya berilah nilai kalau isi tulisan tersebut memang bermanfaat. Memberi nilai juga tidak merugikan pembaca sendiri, tapi justru bernilai positif, sehingga penulis lebih termotivasi mencari bahan-bahan bacaan yang bermanfaat untuk dipersembahkan kepada pembaca. Begitu juga kepuasan pembaca karena apa yang dibacanya memiliki nilai manfaat pada dirinya.
Kembali ke soal menulis ringkasan tulisan. Lead itu sangat penting dan sebaiknya jangan menyepelekannya. Karena bagaimana pun penting dan semenarik tulisan seseorang, namun jika lead (ringkasannya) tidak mampu memikat, tentu pembaca tidak akan tertarik apalagi melanjutkan membuka tulisan berikutnya.
Penulis sendiri kadang melakukan editing berulang kali pada lead jika penulis mengevaluasi tulisan  kurang penggunjungnya. Penulis mengedit ulang terutama pada lead agar pembaca lebih tertarik.
Tips-tips menulis lead yaitu  bagaimana pembaca merasa heran, aneh atau penasaran ingin melanjutkan isi tulisan berikutnya. Untuk melihat contoh-contoh lead yang penulis buat, silahkan klik foto penulis dan akan terlihat beberapa contoh lead pada tulisan. Silahkan menilai sendiri. Jika pembaca tidak tertarik melanjutkan bacaannya, berarti penulis belum berhasil membuat lead yang baik.
Catatan : Klik foto atau ishak_zainal untuk membaca tulisan yang berkaitan, yang berjudul Terampil Menulis. Jangan lupa beri nilai ya.....


Diterbitkan di: Maret 31, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Komentar

Showing 3 out of 3   Tambahkan komentar Anda
  1. 1 Tinjauan 01 April 2009
    1

    asetbudiman

    bagus...

    menarik banget buat para shavoongers yang gak bisa ngembang seperti aku ini...kadang pengen nulis ,kadang gak...keep survive nulisnya mas...aku tunggu buku nya kl udah terbit.boleh nanya mengapa pilih cinta ya...belum ketemu atau gimana?

  2. 1 Tinjauan 03 April 2009
    2

    Karaszickh

    Menarik...

    wah menarik mas tulisannya, sedikit ide pokok namun pengembangannya meluas, bakat ya mas jadi penulis. kalau saya masih newbie mas , ajarin ya.... don't forget to rate back. hehehehehe.....

  3. 0 Tinjauan 05 September 2009
    3

    cassle

    Sangat menarik!

    sangat menarik! Semangat menulis selalu ya! Salam!

Bookmark & share this post

.