• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Ekonomi>Sumber Daya Manusia>Pertanian, kekuatan yang tersembunyi

.

Pertanian, kekuatan yang tersembunyi

oleh : clenoro    

Pengarang : Lembar

Mengantisipasi kawasan-kawasan tertentu yang bisa dikembangkan menjadi pusat-pusat

perekonomian adalah salah satu agenda yang mesti dikejar oleh Pemerintah Daerah. Ini amat beralasan, karena sebagian kawasan yang dianggap strategis dan potensial untuk berkembang ini sesungguhnya sudah menampakkan sinyal-sinyal aglomerasi (terkonsentrasi). Sentra-sentra yang dimaksud bisa berupa sentra produksi pertanian yang mencakup tanaman pangan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya. Lalu, apa keuntungan mengenali dan mengambangkan sentra-sentra semacam itu ? Alasan yang pasti adalah sebagai upaya pengembangan kegiatan ekonomi di suatu wilayah.



Setiap daerah memiliki karakter geo-biofisika yang khas. Karena pertimbangan itu pulalah maka tak menutup kemungkinan sebuah daerah bisa memiliki sumber daya alam yang berbeda, yang tak selalu sama dengan daerah lainnya. Salah satunya adalah pertanian. Selain bisa menjadi andalan bagi daerah-daerah tertentu, di satu sis, sector pertanian ini juga memiliki peran yang cukup signifikan dalam perekonomian Indonesia, baik langsung maupun tidak langsung.



Peran sector pertanian secara langsung, antara lain berupa kontribusi dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), penyediaan sumber devisa, penyediaan lapangan kerja, penyediaan bahan baku industri, juga perbaikan pendapatan masyarakat. Sedangkan peran pertanian secara tidak langsung bisa didapat dari efek-efek pengganda aktivitas sector pertanian melalui keterkaitan input-output antar industri, konsumsi dan investasi.



Sasaran pembangunan makro pertanian 2009 adalah meningkatnya PDB sebesar 4,6 persen. Diikuti penyerapan tenaga kerja 44,2 juta orang, serta penurunan penduduk rawan pangan 1 persen. Artinya, peran sector pertanian ini cukup signifikan. Sasaran komiditas pangan utama untuk pad diproyeksikan 63,5 juta ton, tanaman jagung 18 juta ton, serta kedelai 1,5 juta ton.



Kebijakan pertanian yang terencana, meski di satu sisi anggaran pembangunan pertanian masih terbatas atau hanya sekitar 4,95 persen dari APBN, tak berarti upaya pengembangan sector pertanian ini harus berjalan tersendat.



Di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa, sector pertanian masih menjadi primadona, bahkan beberapa Pemerintah Daerah sudah menetapkan kebijakan untuk membawa daerahnya menuju kabupaten Agrobisnis. Salah satunya adalah Kabupaten Morowali, di Sulawesi Tengah. Bupati Kabupaten Morowali, punya alas an kuat mencanangkan daerahnya sebagai Kabupaten Agrobisnis 2012. Setali tiga uang dengan Kabupaten Luwu Timur, di Sulawesi Selatan, yang juga mengusung visi Kabupaten Agrobisnis 2010.



“Selain tambang, pertanian berupa tanaman padi dan perkebunan kelapa sawit adalah dua sektor yang diharapkan bisa membawa Morowali menjadi daerah penyangga lumbung pangan. Selain sebagian besar mata pencaharian penduduk di sana adalah petani, lahan yang bisa diolah untuk pertanian pun masih luas. Tak seperti yang terjadi di Pulau Jawa, pengalihan fungsi sawah menjadi fungsi lainnya telah menjadi fenomena yang tak bisa lagi dihindari. Selain berimbas mengurangi pemasukan ekonomi dari sector pertanian, juga mengakibatkan daerah tersebut tak lagi bisa mandiri dalam hal pengadaan pangan.



Pada prinsipnya, mengolah komoditas yang spesifik sesuai daerahnya dan mampu menjadi produk tersebut bernilai jual tinggi adalah salah satu strategi yang patut diperhitungkan, ketimbang hanya mampu bersaing dengan produk impor yang berharga murah. Namun permasalahan yang masih menghantui sebagian petani di darah adalah distribusi barang yang belum optimal. Salah satunya, karena aksebilitas atau factor infrastrur yang belum memadai. Jika ini segera ditangani, komoditas pertanian diharapkan akan menjadi primadona yang tak hanya milik wilayah tertentu, namun mampu berperan dalam perekonomian nasional secara luas.


Diterbitkan di: Februari 24, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.