Itik adalah salah hewan ternak yang mempunyai nilai ekonomis
tinggi. Itik dapat menghasilkan telur, daging dan bulu yang semuanya mempunyai
nilai manfaat. Telur itik mempunyai kandungan protein yang tinggi. Permintaan terhadap
telur itik juga tinggi. Telur itik banyak dimanfaatkan sebagai bahan pendukung
berbagai produk. Martabak telur, misalnya, menggunakan telur itik sebagai bahan
baku.
Selain telur, itik juga menghasilkan daging yang juga banyak
peminatnya. Daging itik dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan,
seperti: itik panggang, itik goreng, itik ungkep, dan sebagainya.
Usaha peternakan itik dewasa ini telah menggunakan sistem
intensif; yang berarti beternak itik tanpa air. Sebagaimana diketahui, itik mempunyai
habitat di air. Itik biasanya senang berenang dikolam dan mencari makanan
sendiri berupa bekicot, cacing dan makanan lainnya. Sedangkan pada peternakan
intensif, itik dikandangkan, diberi pakan secara teratur, dan meminimalkan
adanya air. Air yang diberikan pada itik hanya air minum. Itik yang dipelihara
secara intensif dan tanpa air akan mempunyai daya produksi telur yang lebeih
tinggi. Hal itu karena metabolism tubuhnya difokuskan untuk memproduksi telur.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam beternak itik
tanpa air adalah memilih jenis itik yang akan diternakkan. Itik yang mempunyai
produksi telur tinggi adalah itik mojosari, yaitu mampu memproduksi telur
sebanyak 270 butir pertahun perekor.
Permintaan telur itik yang tinggi dipasaran membuat peternak
tidak perlu mengeluarkan biaya pemasaran, karena biasanya para pengumpul telur
itik akan mendatangi peternak. Hal ini tentu saja akan menguntungkan para
peternak.
Hasil ikutan dari peternakan itik selain telur dan daging
itik adalah bulu dan feses itik. Bulu itik dapat dimanfaatkan sebagai bahan
pembuatan kok, yaitu bola untuk bermain bulutangkis. Feses itik dapat
dimanfaatkan sebagai pupuk kandang.
Harga telur itik yang tinggi dan banyaknya permintaan
terhadap daging itik dapat menjadi peluang usaha bagi pengusaha atau peternak
itik.
Itik mempunyai daya tahan tubuh yang lebih tinggi terhadap
penyakit, jika dibandingkan dengan unggas lain, seperti ayam. Selain itu, itik
merupakan hewan omnivora (pemakan segala), yang berarti memudahkan peternak
dalam penyediaan pakan itik. Itik dapat diberi pakan berupa sisa sayuran, sisa
ikan, kerang kecil, dan lain lain. Bahan pakan itik dapat dengan mudah
ditemukan di sekitar lingkungan.
Beternak itik dapat menjadi salah satu usaha yang
menguntungkan, dan bisa dilakukan dalam skala rumah tangga.