Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Usaha Mikro>Industrialisasi serta Pembangunan Sektor Pertanian dan Jasa

Industrialisasi serta Pembangunan Sektor Pertanian dan Jasa

oleh: raihannuri     Pengarang : Hartarto Sastrosoenarto
ª
 
Buku ini terbagi dalam lima bagian, terdiri dari 24 bab, dibuka dengan pembahasan tentang perlunya upaya untuk menemukan pijakan yang kuat bagi industrialisasi di Indonesia agar tidak berujung pada kegagalan. Hartarto Sastrosoenarto menyampaikan bahwa pengembangan industri nasional baru dalam tahap awal. Namun, justru karena itu ia meyakini bahwa kemampuan dan peluang industrialisasi Indonesia sangat besar. Ia mengemukakan tiga sektor penting pembangunan ekonomi nasional, yakni pertanian, industri dan jasa , disebut sebagai Segitiga Interdependensi Industri-Pertanian-Jasa . Agar pengembangan tiga pilar ekonomi nasional tersebut sukses, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang kuat, dukungan moneter dan fiscal, iptek yang memadai, serta administrasi negara.

Pada bagian kedua disampaikan bahwa visi pertama telah dicapai yaitu meraih kemerdekaan. Selanjutnya untuk visi kedua (2030) perlu dirumuskan secara luas dan harus menjadi komitmen menyeluruh bangsa. Sambil melihat visi bangsa-bangsa lain, penulis mencoba meyakinkan tentang pentingnya visi jangka panjang bagi sebuah bangsa untuk menjadi negara maju.

Mengapa 2030? Setidaknya ada tiga argumen dasar atas hal ini. Pertama , bahwa stabilitas proses demokrasi dan kemantapan pelaksanaan otonomi daerah memerlukan waktu. Kedua ,bangsa Indonesia mengalami krisis moneter yang sangat berat, diikuti krisis politik yang untungnya telah melahirkan proses demokrasi. Ketiga , sekalipun kemampuan bangsa pada penguasaan iptek yang cukup kuat namun kemampuan bangsa dalam pengembangan inovasi teknologi masih lemah .

Pada bagian tiga secara gamblang dan strategis diuraikan langkah-langkah penunjang untuk meraih visi bangsa 2030. antara lain kebijakan energi nasional, diferensiasi kebijakan fiskal, pembangunan infrastruktur, transfortasi, pemanfaatan produksi daan jasa dalam negeri, standarisasi produk, privatisasi BUMN/BUMD, lingkungan hidup dan tata ruang, masalah buangan limbah industri dan bahan beracun berbahaya, serta peran perbankan dan pasar modal.

Sedangkan pada bagian empat penulis mempertegas langkah utama untuk mencapai visi tersebut, antara lain langkah khusus dalam pengembangan SDM, penguasaan dan pengembangan iptek, pengembangan sektor pertanian termasuk upaya swasembada pangan, industri, dan jasa. Sekalipun disajikan secara terpisah, langkah utama dan langkah penunjang haruslah dilaksanakan secara bersamaan dan parelel.

Dengan dukungan penguasaan dan pengembangan inovasi teknologi, penulis berkeyakinan bahwa pada tahun 2030 kita akan menjadi bangsa niaga dengan industri yang kuat, terpadu dengan sektor pertanian yang tangguh dan sektor jasa yang luas, termasuk kemampuan engineering yang dapat menunjang industri pertahanan keamanan.

Itu semua diharapkan mampu menciptakan bangsa dengan demokrasi yang mantap, otonomi daerah yang dinamis, masyarakat dengan tingkat kemiskinan yang rendah, serta kehidupan yang layak dengan pendidikan dan kesehatan yang merata, dan mampu melaksanakan politik bebas aktif serta disegani dunia.

Diterbitkan di: 27 Januari, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yg dimaksud dengan lagu daerah Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.