• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Budi daya cacing tanah

oleh : Sabet    

Pengarang : Ir. Rahmat Rukmana, MBa Msc
Teknik Budi Daya Cacing Tanah
Cacing tanah merupakan mahluk hidup yang banyak manfaatnya, antara lain menyuburkan tanah
pertanian, meningkatkan daya serap air pada tanah, mempertahukan struktur tanah,meingkatkan manfaat limbah bahan organik, bahan makanan ikan serta ternak. Belakangan ini dipakai sebagai bahan industri obat dan kosmetik.
Melihat kegunaannya terutama yang terakhir sekarang cacing tanah mulai dilirik untuk dibudi dayakan untuk tujuan komersial atau agribisnis.
Potensi sumber daya cacing tanah
Berdasarkan pendapat para ahli  cacing tanah yang hidup di bumi telah teridentifikasi dan terklasifikasi lebih dari 1.800 jenis ( species  ). Dari jumlah tersebut baru sekitar 9 species yang menarik para ahli pertanian atau pembudi daya cacing tanah dan 4 species yang dibudi dayakan secara komersial yaitu, Lumbricus rubellus, Eisnea foetida, Pheretina asiatica, dan Eudrilus engeuniea.
Prospek  wirausaha cacing tanah
Di Indonesia usaha cacing untuk tujuan komersial sangat terbuka dan berpeluang meraup keuntungan, baik yang berskala rumah tangga maupun skala besar. Hal ini dapat ditinjau dari berbagai aspek, antara lain :
1.  Aspek pemasaran
Budi daya cacing tanah akan menghasilkan 2 produk, cacing itu sendiri dan kotorannya (kascing). Cacing dapat dijual kepada industri pakan ikan dan ternak, dan farmasi. Sementara kascing bisa jual sebagai pupuk organik.
2. Aspek  biaya
Modal atau pembiayaan budi daya cacing tanah tidak terlalu besar. Apalagi sekarang telah  banyak kelompok atau usaha bersama, sehinggal biaya semakin kecil. Termasuk adanya koperasi yang bersedia membiayai dan memasarkan produk cacing tanah.
3.  Aspek teknik
Budi daya cacing tidak membutuhkan tehnologi yang tinggi, karena cacing tanah mempunyai kemampuan untuk beradaptasi cukup tinggi. Cacing tanah bisa hidup di alam dengan mudah, dan di media buatan pun demikian. Disamping itu dalam pembudi dayaan cacing tanah peralatan  dapat memakai apa yang ada disekitar kita termasuk barang bekas.
4.  Aspek organisasi dan manajemen
Seperti bisnis lainnya, wirausaha cacing tanahpun memerlukan pengorganisasian yang baik dan efektif.
Di Jawa Barat mitra bisnis cacing tanah sudah terbentuk Asosiasi Kultur Vermi Indonesia  (AKVI ) Jatinangor di Kampus Universitas Padjajaran, Fakultas Pertanian, Juursan Ilmu Tanah, dan Institut Manajemen Koperasi Indonesia Jatinangor telah didirikan Pusat Inkubator Bisnis IKOPIN ( PIBI ).
5. Aspek keamanan usaha
Secara analisa dampak lingkungan, budi daya cacing tanah tidak ada masalah. Mengingat cacing tanah justeru menyuburkan tanah. Resiko kegagalan juga kecil, karena sulit untuk dimonopoli usaha besar, serta mempunyai mafaat yang banyak.
Diterbitkan di: Oktober 21, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.