Tanaman Ceremai pada umumnya merupakan tanaman liar yang tidak
terpelihara. Kebanyakan dliumpai sebagai tanaman di
halaman-halaman
rumah. Buah Ceremai rasanya masam walaupun sudah masak. Biasanya buah
Ceremai dibuat manisan atau sebagai campuran membuat rujak. Warna buah
Ceremai putih kekuning-kuningan, baik yang masih muda maupun yang sudah
masak. Untuk membedakan mana yang telah masak, cukup dilihat besar
kecil buahnya saja. Buah yang masih muda ukurannya lebih kecil. Buah
Ceremai terkumpul dalam satu tangkai yang tidak terlalu panjang. Bila
tanaman ini sedang berbuah, akan terlihat seolah-olah dahannya dipenuhi
oleh buah.
Pohon ceremai tingginya dapat mencapai 10 meter. Daunnya
kecil-kecil dan rindang. Warnanya hijau. Daun yang masih muda berwarna
agak keputih-putihan. Seperti pada saat berbuah, pada musim berbunga
pohon Ceremai juga terlihat seolah-olah ranting-rantingnya dipenuhi
oleh bunga yang berwarna putih kemerah-merahan. Bunga Ceremai mudah
rontok. Untuk tempat tumbuhnya, pohon
Ceremai tidak memerlukan
syarat-syarat tertentu. Cukup bila daerah tempat tumbuhnya banyak curah
hujannya. Walaupun demikian bila ditanam di dataran rendah, hasilnya
akan lebih memuaskan. Menanam Ceremai dapat dilakukandengan cara
tempelan atau dengan bijinya. Selain dari itu juga dapat dilakukan
dengan cara cangkokan. Dengan cara cangkokan lebih mudah
mengerjakannya. Pohon Ceremai berbuah pada musim hujan. Pohon Ceremai
sering ditanam dipekarangan rumah sebagai pohon pelindung. Dalam bahasa
latin Ceremai disebut; Cicca acida. Pohon Ceremai mulai berbunga pada
musim kemarau, bulan Juli dan Agustus. Buahnya masak pada
bulanSeptember sampai Oktober.
Besarbuahnya
kurang lebih hanya sebesar.gundu. Seperti yang telah disebut-kan dalam
tulisan ini sebelumnya,tutu buah Ceremai itu inam sekali.Tetapi justru
karena asamnya itu,buah Ceremai dicari orang untukdipakai sebagai bumbu
berbagai masakan agar terasa segar. Selain dipakai sebagai bumbu masak
dan dibuat rujak, buah Ceremai.
Menanam Ceremai dapat dilakukan
dengan cara tempelan atau dengan bijinya. Selain dari itu juga dapat
dilakukan dengan cara cangkokan. Dengan cara cangkokan lebih mudah
mengerjakannya. Pohon Ceremai berbuah pada musim hujan.
Cara membuat
manisan Ceremai, biasanya dilakukan sebagai berikut; sediakan buah
Ceremai yang masak di pohon sebanyak yang diperlukan, lalu dicuci
sampai bersih. Setelah itu direndam dalam air garirm 3% selama lebih
kurang
15 menit. Kemudian buah Ceremai dilunakkan dengan cara menggilasnya
pelan-pelan. Jangan ditekan terlalu keras untuk menja ga agar buahnya
jangan
sampai pecah-pecah. Selanjutnya buah diperas airnya satu per satu dan
dicuci lagi dengan air biasa, sampai semua asam-asam yang masih tersisa
pada buah itu, tersapu bersih. Setelah itu, buah direndam dalam air
kapur selama beberapa jam, kemudian dicuci lagr dengan air bersih
sebelum dimasukkan ke
dalam larutan gula kental selama satu malam.
Setelah satu malam, atau keesokan harinya, buah diangkat dari larutan
gulanya. Kemudian ditaruh di atas saringan agan air gulanya menetes ke
bawah. Air gula yang menetes itu
ditampung dalam panci. Agar larutan
gula itu dapat menge ntal, panci yang dipakai ini dipanaskan semba
menampung tetesan gula. Setelah larutan gula mengental, lalu
didinginkan. Setelah dingin, buah ceremai dimasukkan kembali ke
dalamnya. Begitulah dilakukan berulang kali sampai buah Ceremai
berwarna merah. Buah Ceremai yang sudah jadi manis, ditusuk dengan
tusukan lidi atau bambu seperti menusuk sate. Nah, inilah satu-satunya
buah yang manisannya dimakan seperti makan sate.Dari Petani Oleh Petani Untuk Petani