• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Ekonomi>Usaha Mikro>Jadi Pemilik Restoran atau Koki Restoran? Tentukan Jalan Hidup Anda

.

Jadi Pemilik Restoran atau Koki Restoran? Tentukan Jalan Hidup Anda

oleh : Dantastic    

Pengarang : Johan Hendro

Pemilik restoran adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam sebuah restoran dan (seharusnya) menerima keuntungan tertinggi
dari penghasilan restoran. Tapi ia juga menjadi penerima resiko terbesar dalam restoran tersebut. Wewenang pengambilan keputusannya yang begitu kritikal menjadikannya memiliki error margin yang sangat kecil. Resiko yang ia tanggung bisa mulai dari kehilangan pelanggan, kehilangan pendapatan, sampai kehilangan restoran, bangkrut, dan terbelit hutangpun bisa jadi.
Koki adalah pegawai sang pemilik restoran yang memiliki peranan penting dalam menjalankan visi dan misi daripada sang pemilik (di dapur). Pendapatannya ia peroleh dari gaji dan/atau bagi hasil pendapatan restoran. Ini tidak sebesar penghasilan pemilik restoran, tetapi ia juga tidak memiliki tanggung jawab sebesar pemilik restoran. Resiko pekerjaannya mulai dari dimarahi, diturunkan pangkatnya, dipotong gaji, sampai dipecat; tetapi kecil kemungkinannya bahwa ia akan terbelit hutang.
Sang pemilik restoran melambangkan Kewirausahaan, sedangkan koki restoran melambangkan Karier. Apabila Anda dihadapkan kepada 2 pilihan ini, manakah yang akan Anda pilih?
Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:
1. Gairah Hidup Anda
Pekerjaan apakah yang memberikan Anda kebahagiaan lebih dari papun di dunia ini? Apakah Anda suka bernyanyi, memasak, ngobrol dengan teman, bermain; Apapun yang menjadi gairah hidup Anda, akuilah dengan sejujur-jujurnya kepada diri Anda sendiri.
Memfokuskan diri kepada suatu kegiatan yang memberikan Anda gairah akan menghindarkan Anda dari bahaya kejenuhan dan demotivasi.
2. Kapasitas Anda Pribadi
Bagaimana tingkat pendidikan Anda, kekuatan keuangan Anda, bakat dan pengalaman Anda, daya tahan Anda dalam suasana yang penuh tekanan, dan sebagainya. Ini semua merupakan kapasitas pribadi Anda yang harus dipertimbangkan dengan seksama.
Mengenal kapasitas pribadi akan memberikan Anda kekuatan untuk menjalankan apapun yang Anda tekuni karena Anda tidak akan menanggung beban yang terlalu berlebihan.
3. Potensi dari Obyek Tersebut (yang akan/sedang Anda tekuni)
Lihat secara realistis, apakah ‘sesuatu’ yang akan Anda tekuni itu memiliki potensi yang cukup menguntungkan, apabila dibandingkan dengan biaya dan resikonya.
Mempelajari potensi obyek tersebut dengan teliti akan membuka kenyataan. Ini adalah sebuah langkah yang sangat penting untuk dapat mengambil keputusan, apakah untuk menekuninya, atau tidak; dan apabila ya, langkah-langkah apa yang harus dibuat kemudian.
Ambillah ketiga hal tersebut dan pertimbangkan secara seksama. Carilah keseimbangan yang terbaik dari ketiganya yang dapat menjanjikan hasil yang terbaik bagi Anda.
Bila Anda senang memasak namun kata orang-orang masakan Anda kurang enak, sebaiknya jangan menjadi seorang koki. Sebaliknya, bila Anda suka makan enak, memiliki modal yang besar, namun Anda ada di suatu lingkungan yang tidak menopang pertumbuhan yang feasible untuk sebuah restoran, sebaiknya Anda jangan menjadi seorang pengusaha restoran... atau setidaknya, tidak di situ.
Yang terpenting adalah supaya Anda realistis dalam mempertimbangkan ketiga hal tersebut. Apabila Anda adalah seorang yang berpengalaman dalam bidang Anda, maka Anda boleh saja mengandalkan firasat Anda. Namun bila Anda adalah seseorang yang baru mulai berusaha atau meniti karier, maka sebaiknya akal sehat Anda yang memegang peranan.
Kata kunci bagi kewirausahaan adalah “ekspansi”, sedangkan kata kunci bagi karier adalah “stabilitas”. Manakah yang saat ini paling berpotensi memberikan hasil yang positif bagi Anda, mempertimbangkan semua faktor di atas? Jujurlah kepada diri Anda sendiri, melangkahlah dengan kepastian, dan raihlah sukses; baik sebagai “pemilik restoran” maupun sebagai “koki.
Diterbitkan di: Mei 04, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.