• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Teori MIKROEKONOMI

oleh : PapapFarras     

Pengarang : DOMINICK SALVATORE, Ph.D.
HARGA DAN OUTPUT DI PASAR MONOPOLI MURNI
Monopoli murni adalah bentuk organisasi pasar dimana terdapat
perusahaan tunggal yang menjual komoditi yang tidak mempunyai substitusi sempurna. Jadi, perusahaan itu sekaligus merupakan industri dan menghadapi kurva permintaan industri yang memiliki kemiringan negatif untuk komoditi itu. Akibatnya, jika monopolis itu hendak menjual lebih banyak komoditi, ia harus menurunkan harganya, dengan demikian, MR < P dan kurva MR terletak dibawah kurva D.

Kurva MR untuk tiap kurva permintaan yang berbentuk garis lurus adalah garis lurus yang dimulai pada titik yang sama pada sumbu vertikal seperti kurva permintaan tetapi tingkat penurunannya dua kali lipat (yaitu, mempunyai kemiringan absolut sebesar dua kali lipat) dari kurva D. Juga, MR pada tiap tingkat penjualan berhubungan dengan harga pada tingkat penjualan tersebut dengan rumus MR = P(1 - 1/e), dimana e berarti nilai absolut dari koefisien elastisitas harga dari permintaan pada tingkat penjualan itu.


Output ekuilibrium jangka pendek untuk monopolis tersebut adalah output di mana keuntungan total mencapai maksimum, atau kerugian total mencapai minimum (asalkan TR > TVC).


Sebagaimana halnya dalam kasus persaingan sempurna, adalah bermanfaat untuk menganalisis ekuilibrium jangka pendek monopolis murni melalui pendekatan marjinal. Pendekatan ini menunjukkan bahwa tingkat output ekuilibrium jangka pendek bagi monopoli itu adalah output di mana MR = SMC dan kemiringan kurva MR lebih kecil daripada kemiringan kurva SMC (membuktikan bahwa pada tingkat output ini P > AVC).

Dalam jangka panjang, monopolis akan tetap beroperasi hanya jika ia dapat memperoleh laba (atau setidak-tidaknya mencapai kondisi pulang pokok) dengan memproduksi tingkat output terbaik menurut skala operasi yang paling sesuai. Tingkat output dalam jangka panjang ditentukan oleh titik di mana kurva LMC memotong kurva MR dari bawah. Skala operasi yang paling sesuai adalah skala operasi yang kurva SAC-nya bersinggungan dengan kurva LAC pada tingkat output yang terbaik.


Dengan menetapkan harga maksimum pada tingkat di mana kurva SMC memotong kurva D, pemerintah dapat mendorong monopolis itu untuk meningkatkan output sampai tingkat yang harus diproduksi industri jika diatur sepanjang batas persaingan sempurna. Peraturan ini juga mengurangi keuntungan monopolis itu.

Dengan membebankan pajak lump-sum (seperti pajak izin usaha ataupun pajak keuntungan), pemerintah dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan keuntungan monopolis tanpa mempengaruhi harga komoditi atau output.


Pemerintah dapat pula mengurangi keuntungan monopoli dengan membebankan pajak per-unit. Akan tetapi, dalam kasus ini monopolis dapat mengalihkan sebagian beban pajak per-unit kepada para konsumen, dalam bentuk harga yang lebih tinggi dan output komoditi yang lebih kecil.

Seorang monopolis dapat meningkatkan TR dan keuntungannya untuk suatu tingkat output tertentu dengan melakukan diskriminasi harga. Salah satu bentuk diskriminasi harga terjadi apabila monopolis itu mengenakan harga-harga yang berbeda untuk komoditi yang sama di dalam pasar yang berbeda sedemikian rupa sehingga unit terakhir dari komoditi yang dijual di setiap pasar memberikan MR yang sama. Hal ini seringkali disebut sebagai diskriminasi harga tingkat ketiga.


Diterbitkan di: Januari 02, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.