Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Ide Bisnis & Kesempatan>Tertarik Bertani Singkong?Berikut Kiat-Kiat Bertani Singkong

Tertarik Bertani Singkong?Berikut Kiat-Kiat Bertani Singkong

oleh: MuhammadAlmer    
ª
 
Tertarik Bertani Singkong?Berikut Kiat-Kiat Bertani Singkong
Ubi kayu atau ketela pohon yang kebih dikenal dengan sebutan “singkong” merupakan tanaman pangan yang cukup terkenal disemua kalangan dan lapisan masyarakat.
Komposisi karbohidratnya yang terkandung di dalamnya menjadikan singkong diplot dan dikampanyekan pemerintah sebagai panganan pengganti nasi.
Umbi singkong merupakan bahan energi yang kaya akan karbohidrat.
Tak heran singkong dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia,baik sebagai panganan manusia,panganan ternak,maupun keperluan industri.
Sebagai bahan nonberas,tanaman umbi-umbian ini dapat diolah ke berbagai macam masakan.
Hampir setiap daerah mempunyai masakan khas yang bahan bakunya berasal dari singkong.
Kini,kebutuhan singkong dunia kian melonjak tajam seiring making berkembangnya produk turunan yang diciptakan masyarakat.
Indonesia membutuhkan pasokan singkong yang cukup besar terlebih dengan adanya pembatasan impor terigu.
Kondisi ini jelas sinyalemen positif bagi para petani singkong,karena akan mendongkrak harga di masa yang akan datang.
Sayangnya,para petani belum dapat memenuhi permintaan tersebut.
Terbatasnya jumlah hasil panen dan tidak standarnya hasil panen selalu menjadi masalah klasik yang kerap ditemukan.
Petani sudah seharusnya memiliki pengetahuan tentang teknologi sistem produksi.
Pengelolaan tanah dan penggunaan pupuk harus dapat disesuaikan untuk mencapai hasil maksimal.
Berikut Tips Bertani Singkong:
• Coba gunakan pupuk hayati organik
Singkong membutuhkan 16 unsur hara dan multihormon sekaligus,tapi yang diberikan petani singkong biasanya hanya 3 unsur hara(NPK),yaitu Urea,fosfat,dan Kalium.
Ini yang harus kita ubah dengan penerapan pupuk hayati.
Penggunaan pupuk hayati mampu meningkatkan jumlah hasil panen lewat peningkatan ukuran umbi.
Selain itu,mampu menjaga keberlangsungan media tanam karena tanah tidak overdosis oleh bahan kimia.
Yang paling terlihat jelas biaya produksi pertanian dapat ditekan.
Biaya pupuk menjadi lebih ramping,namun kualitasnya tak kalah saing.
Penggunaan pupuk hayati organik seperti (Bio-Extrim dan Organox) serta multihormon(Hormax) mampu menghasilkan 90 ton per hektare untuk sekali panen.
Selain itu,juga dapat meningkatkan daya tahan singkong dan mencegah penyakit-penyakit singkong seperti jamus upas atau leles.
• Perhatikan Perawatan Pasca Tanam
Perawatan singkong pasca tanam juga menentukan hasil panen.
Pewiwilan atau pembuangan dan penyiangan mutlak dilakukan untuk mendapatkan tanaman berkualitas.
Pembiaran pada tanaman pascatanam sangat tidak baik,karena akan menghambat tumbuh kembang singkong yang dipanen.
Lakukan pembuangan tunas yang berlebih dengan cara di rompes.
Hanya dengan 2 tunas pertumbuhannya akan paling baik.
Pewiwilan ini dapat dilakukan paling lambat 1 bulan setelah panen.
Sedangkan proses penyiangan tanaman dapat dilakukan 1-2 kali pada saat tanaman berukuran kurang dari 3 bulan setelah tanam.
Kemudian dilanjutkan pembumbungan pada saat tanaman berumur 2-3 bulan.
Proses panen dapat dilakukan ketika singkong berusia 8-11 bulan tergantung varietas singkong yang ditanam.

Untuk memulai bisnis ini membutuhkan kocek yang lumayan sedang sekitar 15 juta rupiah dengan hasil singkong 90 ton perhektare.
Modal yang digunakan tadi untuk membeli pupuk Bio Extrim Granul 2 ton,Zpt Hormax 7 liter,Organox 20 liter,NPK 1,5 kuintal.
Jika dihitung dari segi prospek bisnis ini sangat menjanjikan dengan modal yang terhitung sedang dan hasil panen mencapai 90 ton apalagi didukung harga singkong yang semakin melonjak sampai saat ini mencapai 1000 rupiah/kg.

Diterbitkan di: 24 Agustus, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    olahan apa saja yang bisa dihasilkan dari singkong? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.