Peluang usaha kerajinan tangan tradisional. Kerajinan tangan tradisional benar-benar tidak sempat kehilangan pasar. Apalagi, tidak sedikit produk kerajinan tangan tradisional indonesia yang berhasil menembus pasar luar negeri.
Orang-orang luar negeri, terlebih dari amerika serikat dan eropa menilai barang-barang kerajinan tangan tradisional ini jadi suatu hal yang eksotis, unik, dan antik. Tidak sedikit yang bersedia membeli dengan harga mahal. Barang-barang kerajinan tangan tradisional ini juga dikira cocok dengan selera sebagian masyarakat mereka yang mulai kembali pada pola hidup alami ( back to nature ).
Batik, wayang, kain tenun, ulos, angklung, dan beraneka hasil kerajinan tangan tradisional indonesia berikutnya sudah melanglang buana, menghiasi rumah-rumah orang di beraneka penjuru dunia.
Standart of QualityKerajinan tangan tradisional tidak lagi cuma berkutat pada pasar didalam negeri. Benar-benar tidak gampang menembus pasar luar negeri sebab negara-negara luar, layaknya negara-negara amerika, eropa, jepang, dan australia mempunyai standar mutu yang berlainan dengan indonesia. Standar mutu indonesia biasanya masih lebih rendah. Apalagi tidak sedikit produk indonesia yang dibikin asal jadi.
Perbedaan standar mutu ini tentunya tidak jadikan usaha kerajinan tangan tradisional mundur dan takut buat menembus pasar luar negeri. Perbedaan standar mutu ini justru mesti jadikan penyemangat buat menghasilkan produk kerajinan tangan tradisional dengan mutu yang semakin baik. Umpamanya, mutu tenunan atau ukiran yang lebih halus, pewarnaan yang lebih indah, jahitan yang lebih rapi, dan lain-lain.
Tidak ada salahnya berkompromi dengan keinginan pasar sepanjang tidak mengubah makna filosofi yang terkandung didalam produk kerajinan tangan tradisional tersebut.
Bila bukan hanya kita yang mengangkat seni kerajinan tangan tradisional indonesia, siapa lagi yang akan mengerjakannya ? Bila kita tidak bangga tunjukkan pada dunia bahwa inilah kerajinan tangan tradisional kita, janganlah kebakaran jenggot bila di sesudah itu hari kerajinan tangan tradisional kita “dipungut” dan diakui milik oleh bangsa lain.