Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Ide Bisnis & Kesempatan>Tips dan cara memulai Bisnis Kuliner

Tips dan cara memulai Bisnis Kuliner

oleh: yusfy0527     Pengarang: Drs. Iyan Radiana; MM
ª
 

Orang-orang Bandung menggerutu karena tiap akhir pekan jalanan macet dipenuhi mobil dari luar kota terutama orang Jakarta yang mau berlibur , sehingga malas untuk ke luar rumah. Padahal, bagi orang yang kreatif, ini merupakan peluang bisnis yang cukup menggiurkan. Salah satunya adalah bisnis kuliner.


Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dijalankan untuk memulai bisnis kuliner.


Pertama adalah menentukan produk yang akan dijual. Kita sebenarnya tidak perlu repot-repot mencari produk yang betul-betul baru. Yang perlu dilakukan adalah ATM yaitu Amati, Tiru, Modifikasi. Amati makanan tradisional atau yang sudah ada yang mempunyai karakteristik yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh, salah satunya harus tahan agak lama misalnya tahan 4-7 hari. Kemudian Tiru cara pembuatannya, cari tahu resepnya kemudian langkah selanjutnya lakukan beberapa percobaan dengan Memodifikasi baik rasa, bentuk, bahan baku dll. Misalnya, jika biasanya di oven sekarang coba dikukus. Jika biasanya menggunakan tepung terigu kita coba dengan tepung lain. Banyak usaha yang sukses dengan cara ini misalnya Brownies Kukus (Amanda), Kue Kering dari bahan tahu/ tempe/ jamur atau Brownies Tahu (Ina Cookies), Baby Chicken (De Tuik café di Jl Bojong Koneng), dan masih banyak contoh lainnya.


Selanjutnya adalah mendisain kemasan. Ini penting, karena produk yang kita hasilkan adalah untuk oleh-oleh sehingga harus berpenampilan baik. Bisa jadi oleh-oleh yang mereka beli dijadikan hadiah atau souvenir.


Setelah menentukan produk dan kemasan, langkah selanjutnya bagaimana supaya produk itu akan didistribusikan. Apakah mau dengan system konsinyasi atau penjualan putus, atau mau kedua duanya atau kita bangun gerai sendiri. Ini penting karena harga yang anda keluarkan harus anda bedakan antara jual putus dan konsinyasi, serta biaya pembuatan gerai, sewa lahan, biaya SPG, prediksi penjualan, dll.


Penentuan harga juga merupakan masalah yang penting. Pedagang atau agen/ distributor biasanya mempunyai keuntungan antara 15%-25%. Harga yang anda tentukan tergantung produk yang anda jual. Jika jenis produk yang anda jual sudah ada yang sama atau mirip maka harga jual anda harus mempertimbangkan harga pesaing selain biaya produksi. Biasanya harga jual di pasar adalah biaya bahan baku dikali dua. Namun jika produk anda merupakan produk ketagori baru, anda bisa memark-up harga lebih tinggi.


Promosi merupakan hal yang sangat penting. Dengan sedikit inovasi yang agak nyeleneh, misalnya brownies dari bahan baku tahu, akan mempunyai news value yang tinggi sehingga sebetulnya dicari oleh para crew TV. Kita tinggal telpon dan mereka pasti datang, karena mereka juga butuh kita sehingga kita bisa beriklan di TV gratis. Setelah masuk TV, kita tinggal melakukan promosi standar seperti sebar brosur, pasang banner, dll. Buatlah merek yang mudah diingat, dan logo yang agak lain dari biasanya supaya akan mudah diingat orang.


Promosi yang baik akan membuat orang penasaran untuk mencoba produk kita. Namun hal yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan getok tular (words of mouth), sehingga orang yang telah beli produk kita akan bercerita kepada yang lain bahkan merekomendasikannya (let the customers do the marketing). Ini berkaitan dengan kualitas produk anda. Maka, pastikan anda bisa menjaga kualitas dan selalu berinovasi karena jika anda berhasil, akan banyak orang yang akan segera meniru.


Dengan sedikit bumbu cerita misalnya tentang proses penemuan produk, sulitnya mendapatkan produk (antri lama), pembatasan pembelian (maksimum beli 2), selebriti juga beli dll dapat juga dijadikan teknik untuk memblow-up produk kita. Cari cara agar hal ini bisa terjadi.


Hal yang penting lainnya dalam bisnis makanan adalah factor kebersihan. Ketika kita memulai bisnis makanan kita tidak mungkin mulai dengan membangun pabrik. Biasanya dimulai dengan menggunakan dapur. Oleh karena itu, mulai modif dapur anda sebagai ruang produksi yang representatif. Karena selain masalah kebersihan dan kondisi bahan baku yang akan diproduksi,ada tiga hal penting dalam masalah kebersihan ini. Pertama kebersihan orang. Pastikan orang yang memproduksi tidak sedang dalam keadaan sakit, berpakaian bersih, pakai penutup kepala, penutup mulut dan hidung serta sarung tangan. Kedua kebersihan peralatan. Gunakan air yang bersih untuk mencucuci peralatan. Gunakan peralatan dari bahan standless steel terutama jika membuat makanan berbahan asam misalnya nanas. Ketiga adalah kebersihan ruangan. Hindari kemungkinan terjadi kontaminasi baik fisik maupun kimiawi.


Kontaminasi mikroba misalnya salmonella, E. Coli, Campylobacter dll., sangat membahayakan kesehatan manusia. Juga pastikan bahan baku dan peralatan yang digunakan telah bersertifikat halal. Oleh karena itu, diwajibkan untuk mendapatkan PIRT

dan sertifikat halal terlebih dahulu sebelum anda menjual produk anda secara masal. Anda juga dapat meminta bantuan Indag Agro, Departemen Koperasi dan Usaka Kecil, dan Perguruan Tinggi untuk mandapatkan pembinaan.

Diterbitkan di: 31 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.