Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Ilmu Beternak Kerbau

oleh: aforlan     Pengarang : Tri Joko Wisnumurti
ª
 
Kerbau sudah menjadi sahabat petani sejak zaman nenek moyang kita. Sebelum penemuan traktor kerbau sangat penting dalam mengolah tanah sebelum sawah ditanami oleh padi. Kerbau akan menarik bajak yang berat untuk mengaduk tanah dibawah atau menggempurkan tanah. Kalau di daerah sumatera, Kerbau disuruh mengelilingi sawah agar tanah tersebut terinjak dan akan mengaduk tanah sawah. Untuk melakukan hal ini, Petani akan membayar sekelompok kerbau yang digembalakan oleh seorang gembala. Tanpa kerbau, Kerja Petani akan terasa berat. Petani harus mencangkuli lahan swahnya sendiri. Fungsi kerbau juga dapat menarik pedati. Umunya petani menggunakan pedati untuk mengangkut hasil bumi seperti padi, ubi, kelapa, singkong, dan lain-lain. Pada Masa kolonial belanda, angkutan ini sangat penting dalam perdagangan. Para pedagang membawa hasil bumi dan barang dagangan dengan pedati kerbau tersebut.
Kerbau juga bisa digunakan untuk angkutan perang. Didesa Bang Rajan, Muangthai, penduduk asli menggunakan kerbau untuk melawan invasi penjajah Burma.
Kini sejak traktor mulai digunakan, peran kerbau menjadi tergeser. Traktor bisa bekerja dengan cepat dan perawatnnya tidak serepot kerbau.
Meski demikian kerbau tetap menjadi ternak di daerah tertentu kerbau sangat dihormati oleh masyarakat. Masyarakat Toraja memelihara kerbau Tedong Bunga, yakni kerbau belang hitam-putih. Kerbau ini berharga mahal sekali dan menunjukkan status si pemilik kerbau. Selain itu masyarakat Toraja memelihara kerbau hitam. Jika ada upacara kematian, Masyarakat Toraja akan mengorbankan kerbau. Tanduk-tanduk kerbau yang telah dikorbankan akan dipajang didepan rumah adat. Semakin banyak tanduk berarti semakin tinggi statusnya.
Kalau di Kalimantan Selatan ada Kerbau Kalang yang hidup di rawa-rawa dan sungai. Kerbau ini menghabiskan waktunya kebanyakan di air seperti Kuda Nil. Kandang Kerbau Kalang bersatu dengan air. Penggembala Kerbau akan menaiki sampan untuk menggembala hewan ini. Kerbau akan memakan rumput-rumput atau daun-daunan yang ada di dekat rawa. Kerbau ini tidak akan jauh dari air karena kulit kerbau ini sangat sensitif dengan matahari. Jika sudah empat jam di darat kerbau ini mesti disiram air.
Diterbitkan di: 29 Nopember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.