Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Ide Bisnis & Kesempatan>Peluang USAHA BUDIDAYA ASHITABA: TANAMAN OBAT ASAL JEPANG

Peluang USAHA BUDIDAYA ASHITABA: TANAMAN OBAT ASAL JEPANG

oleh: tasurun    
ª
 
PELUANG USAHA BUDIDAYA Ashitaba: tanaman obat asal Jepang untuk penangkal kanker

Tanaman obat ashitaba (Angelica keiskei) sangat populer di negara asalnya, Jepang. Tanaman berdaun mirip seledri ini dipercaya memiliki kandungan antiaging, antiinflamasi, dan pencegah kanker. Getah pohon ini bermanfaat untuk terapi penyakit kanker.

Walaupun memiliki manfaat berjibun, di Indonesia tanaman ashitaba masih belum sepopuler di Jepang. Karena itulah sebagian besar produksi tanaman ini diekspor ke luar negeri.

1. Nizar Zulmi di Sembalun, Lombok Timur.


Dengan luas lahan mencapai 1 hektare (Ha), Nizar dalam sebulan mengaku mampu menghasilkan 100 kilogram (kg) daun ashitaba kering.

Selain dijual dalam bentuk daun kering, ashitaba juga dijual dalam bentuk bubuk. Biasanya yang meminta bentuk bubuk adalah pasar luar negeri. Dengan dimensi lebih kecil, biaya angkut lebih murah.

Daun ashitaba kering dijual dengan harga Rp 150.000 per kg, sedangkan dalam bentuk bubuk harganya Rp 160.000 per kg. Daun kering seberat 1 kg dihasilkan dari daun basah 15 kg.

Tak hanya daun, getah tanaman ashitaba juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Harganya mencapai Rp 600.000 per liter, Dalam sebulan, Nizar mampu mengumpulkan empat liter getah dengan omzet mencapai Rp 17,4 juta per bulan.

Daun kering, bubuk, dan getah tanaman ashitaba dijual Nizar ke pengepul di Bali. Oleh pengepul di Bali, produk tanaman obat itu selanjutnya diekspor ke Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.
Sayangnya, pasca gempa dan tsunami yang melanda Jepang, membuat produknya yang berbau Jepang ikut terimbas. Walhasil, ekspor langsung ke Malaysia dihentikan karena kekhawatiran terkena imbas radiasi nuklir.

2. Ruslan Abdul Gani asal Lombok Timur ini memiliki lahan mencapai 1 ha.

Dari lahan itu, Ruslan mampu mengumpulkan getah sebanyak 5 liter. Dari getah tersebut, dia mendapat penghasilan Rp 3,5 juta per bulan, sebab harga jualnya mencapai Rp 700.000. Itu sudah termasuk ongkos kirim


Selain pendapatan dari getah tanaman, Ruslan juga mampu memproduksi 50 kg daun ashitaba kering dalam sebulan. Daun ashitaba kering dijual seharga
Rp 300.000 per kg termasuk ongkos kirim.

Dengan harga jual tersebut, dia mendapat omzet per bulan mencapai Rp 15 juta. Produk-produk ashitaba lebih banyak dijual ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena belum banyak dikenal masyarakat Indonesia, sampai saat ini baik Nizar maupun Ruslan masih mengandalkan penjualan melalui pengepul. Sama seperti pengepul di Bali, pengepul di Mataram juga mengekspor daun dan getah ashitaba ini

Diterbitkan di: 23 Nopember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Mas dimana saya bisa beli bibit ashitabanya. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bisakah di budidaya di polybag/ pot pekarangan rumah dimana mendapatkan benihnya ,tolong hub saya di 087885721018 Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Mas bagaimaan saya bisa mendapatkan/membeli bibit/benih (biji) Ashitaba ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    BISA DAPAT BIBITNYA DIMANA DAN BISA HUBNGI LEWAT HP G Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bisa konsultasi dengan Hp ngga no hp saya 085240520285 mslnya saya tertarik banget tolongya makasi Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bisa dapat bibitnya d mana Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.