Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Akuntansi>Konsep DASAR AKUNTANSI BIAYA BERBASIS SYARIAH

Konsep DASAR AKUNTANSI BIAYA BERBASIS SYARIAH

oleh: oll_lebowski     Pengarang : rizkya yunan
ª
 
1. Definisi Biaya

Carter dan Usry (2004, 29) mengutip Sprouse dan Moonitz yang mendefinisikan biaya sebagai “nilai tukar, pengeluaran, pengorbanan untuk memperoleh manfaat. Dalam akuntansi keuangan, pengeluaran atau pengorbanan pada saat akuisisi diwakili oleh penyusutan saat ini atau di masa yang akan datang dalam bentuk kas atau aktiva lain.”

Dalam konsep Islam sesuatu dianggap biaya jika pengeluaran itu telah benar-benar dikeluarkan untuk kepentingan tersebut. Hal ini karena akuntansi syariah menganut cash basis dalam perhitungannya sehingga pengeluaran yang belum benar-benar dikeluarkan tidak dapat diakui sebagai biaya.

2. Anggaran

Anggaran menurut Carter dan Usry (2004, 13) pernyataan terkuantifikasi dan tertulis dari rencana manajemen. Anggaran berisi rencana pendapatan dan pengeluaran perusahaan dalam satu periode.

Dalam konsep Islam, anggaran merupakan cerminan niat dari perusahaan. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda “ Sesungguhnya tiap amal tergantung dari niatnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Dari anggaran ini dapat dilihat tujuan perusahaan dan cara-cara yang akan ditempuhnya untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu sudah sejak proses penganggaran tidak ada hal-hal yang menyimpang dari syariat Islam.

3. Penetapan Harga

Penetapan harga jual dipengaruhi oleh berbagai aspek diantaranya adalah aspek biaya. Islam tidak melarang manusia untuk mengambil laba. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 198 “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari keutamaan(rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu”. Akan tetapi Islam melarang umatnya dari mengambil keuntungan yang melebihi kewajaran. Misalkan biaya yang dikeluarkannya 100 rupiah tetapi dia menjualnya seharga 10.000 rupiah. Dia memperoleh keuntungan yang sangat banyak tetapi untuk itu dia mendzalimi pembelinya. Hal ini tidak dibenarkan dalam Islam

4. Traceability Biaya ke Obyek Biaya

Kemampuan untuk menelusuri biaya ke obyek biaya sangat penting dalam konsep syariah. Dari sini dapat diketahui modal mana yang digunakan untuk membiayai proyek yang mana sehingga pembagian hasil/labanya dapat tepat dan memenuhi unsur keadilan.

Diterbitkan di: 21 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.