Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Akuntansi>Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Persediaan

Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Persediaan

oleh: jono12    
ª
 
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Persediaan

Secara umum besar-kecilnya inventory tergantung pada beberapan faktor :

· Lead time, yaitu lamanya masa tunggu material yang dipesan datang.

· Frekuensi penggunaan bahan selama 1 periode, frekuensi pembelian yang tinggi menyebabkan jumlah inventory menjadi lebih kecil untuk 1 periode pembelian

· Jumlah dana yang tersedia

· Daya tahan material

Secara khusus faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan adalah:

· Bahan baku, dipengaruhi oleh : perkiraan produksi, sifat musiman produksi, dapat diandalkan pemasok, dan tingkat efisiensi penjadualan pembelian dan kegiatan produksi.

· Barang dalam proses, dipengaruhi oleh: lamanya produksi yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat bahan baku masuk ke proses produksi sampai dengan saat penyelesaian barang jadi.

· Barang jadi, persediaan ini sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan.

Kriteria keputusan persediaan agar dapat diterima semua pihak yang terkait adalah:

· Dapat menjamin kelancaran proses produksi

· Dapat dijangkau oleh dana yang tersedia

Jumlah pembelian optimal

Metode Pengendalian Persediaan

Ada beberapa model pendekatan untuk menganalisis persediaan suatu perusahaan, yaitu dengan model Economic Order Quantity (EOQ), model Back Order, model Fixed Production rate dan model Quantity Discount yang kesemuanya berasumsi bahwa semua parameter telah diketahui dengan pasti (model-model deterministic).

Pendekatan yang umum digunakan untuk manajemen persediaan adalah dengan EOQ (Economic Order Quantity Model) dan yang terbaru dengan metode MRP model (mengenai model-model manajemen persediaan dibahas lebih rinci di mata kuliah manajemen operasional dan manajemen persediaan).

Model ini digunakan untuk menentukan jumlah pembelian bahan baku yang optimal yaitu jumlah yang harus dipesan dengan biaya yang paling rendah (ekonomis).

Ada dua keputusan dasar dalam EOQ, yaitu:

· Berapa jumlah bahan baku yang harus dipesan pada saat bahan baku tersebut perlu dibeli kembali (Replenisment Cyle)

· Kapan perlu dilakukan pembeliaan kembali (Reorder point)

Asumsi yang digunakan dalam analisis EOQ ini adalah:

a. Jumlah kebutuhan bahan baku sudah dapat ditentukan lebih dahulu secara pasti untuk penggunaan selama 1 tahun/ 1 periode tertentu.

b. Penggunaan bahan baku selalu pada tingkat yang konstan secara kontinyu

c. Pesanan persis diterima pada saat tingkat persediaan sama dengan nol (0) atau di atas safety stock (persediaan minimal/besi)

d. Harga konstan selama periode tertentu

Diterbitkan di: 15 April, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.