Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Akuntansi>Metode Harga Pokok Proses (Process Cost Method)

Metode Harga Pokok Proses (Process Cost Method)

oleh: unguceria     Pengarang : nn
ª
 
Harga pokok proses adalah pengumpulan harga pokok produksi dimana biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu tertentu. Misalnya bulan, triwulan ataupun tahunan.

Karakteristik metode harga pokok proses:
1. Biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu tertentu.
2. Produk yang dihasilkan bersifat homogen dan bentuknya standar.
3. Kegiatan produksinya didasarkan pada anggaran.
4. Tujuan produksi adalah mengisis persediaan untuk penjualan.
5. Produksi bersifat terus-menerus.
6. Jumlah biaya dihitung pada setiap akhir periode.
7. Sistem proses digunakan untuk perusahaan industri (semen, tekstil, baja, gula) dan jasa (listrik, gas, dan angkutan)

Sistem pembebanan biaya
1. Menggunakan biaya sesungguhnya
2. Sebagian elemen biaya tertentu menggunakan tarif (BOP)
3. Semua biaya dibebankan atas dasar harga pokok ditentukan dimuka atau standar.

Laporan biaya produksi
Dalam metode harga pokok proses, semua biaya yang dibebankan ke sebuah departemen akan diikhtisarkan dalam laporan biaya produksi. Laporan harga pokok produksi atau laporan biaya produksi digunakan untuk mengumpulkan, meringkas dan menghitung harga pokok baik total maupun satuan perunit.

Produksi ekuivalen
Digunakan untuk menghitung harga pokok satuan. Produksi ekuivalen adalah tingkatan atau jumlah produksi dimana pengolahan produk dinyatakan dalam ukuran produk selesai.

Laporan biaya produksi
1. Pengolahan produksi melalui satu tahap/satu departemen
2. Pengolahan produk melalui beberapa tahap/beberapa departemen

Produk hilanag dalam proses produksi
1. Produk hilang pada awal proses (hilang normal)
a. Produk hilang dianggap tidak menikmati biaya produksi dimana produk diolah.
b. Tidak diakui produksi dan tidak dibebani harga pokok.
c. Pada departemen selanjutnya harus dilakukan penyesuaian produksi yang masuk sebanyak yang hilang di departemen B, sehingga biaya produksi pesatuan berubah

2. Produk hilang pada akhir proses (hilang abnormal)
a. Produk hilang telah menikmati biaya produksi dimana produk diolah.
b. Diakui produksi sehingga produk hilang dibebani harga pokok dan dibebankan pada produk selesai.
c. Harga pokok produksi akan meningkat.
Diterbitkan di: 24 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.