Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Kerja Sama Operasi (KSO)

oleh: IqbalNasution    
ª
 
Bagi investor yang memiliki peluang untuk berinvestasi, akan tetapi tidak memiliki dana atau aset yang cukup, mereka akan berusaha untuk memperoleh dana maupun aset yang diinginkan atau bahkan tidak segan-segan mengajak investor lain untuk membentuk suatu kerjasama operasi. Karena adanya bentuk kejasama inilah maka kedua belah pihak saling terikat dan bahkan salah satu diantaranya bisa memililu kendali yang signifikan atas operasi maupun asetnya. Selain aktiva yang nantinya akan menjadi hak investor, hak pengelolaan atas aktiva tersebut juga menjad salah satu tujuan investor dalam berinvestasi, karena hak pengelolaan atas aktiva akan digunakan oleh investor untuk tujuan komersial.

Menurut PSAK No. 39 (2007 : 39.3) menyatakan bahwa Kerjasama Operasi (KSO) adalah “perjanjian antara dua pihak atau lebih dimana masing-masing sepakat untuk melakukan usaha bersama dengan menggunakan asset dan atau hak usaha yang dimiliki dan secara bersama-sama menanggung resiko usaha tersebut”.

Didalam ilmu hukum Kerjasama Operasi (KSO) dapat diartikan sebagai perikatan yang menurut H.M.N. Purwosucipto, SH (2002 : 4) adalah “suatu hubungan hukum, yang terletak dalam bidang hukum harta kekayaan, antara dua pihak yang masing-masing berdiri sendiri (zelfstandige rechtssubjecten) yang menyebabkan pihak yang satu terhadap pihak lainnya berhak atas suatu prestasi, prestasi mana adalah menjadi kewajiban pihak terakhir terhadap pihak pertama”.

Dari beberapa pendapat diatas, kerjasama operasi memiliki beberapa cirri pokok antara lain :

a. Adanya pihak-pihak yang bekerjasama

Pihak-pihak yang bekerjasama dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Investor

Investor adalah pihak yang menyediakan dana, baik seluruh atau sebagian, untuk memungkinkan asset atau hak usaha pemilik asset diberdayakan atau dimanfaatkan dalam KSO

2. Pemilik Aset

Pemilik aset adalah pihak yang memiliki aset atau hak penyelenggaraan udaha tertentu yang dipakai sebagai objek atau sarana KSO.

b. Adanya perjanjian (hubungan hukum)

Dalam pembentukan KSO haruslah dilandasi dengan perjanjian yang mengikat dan mengatur pihak-pihak yang bekerjasama tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak.

c. Penggunaan asset (harta kekayaan)

Aset KSO adalah asset tetap yang dibangun atau digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan KSO.

d. Adanya resiko (prestasi)


Menurut PSAK 39 (2007 : 391) bentuk KSO dibagi atas dua golongan, yakni :

a. KSO dengan entitas hukum yang terpisah (separate legal entity) dari entitas hukum para partisan KSO.

KSO ini bisa berbentuk badan hukum atau persekutuan.

b. KSO tanpa pembentukan entitas hukum yang terpisah

KSO ini bisa berbentuk Pengendalian Bersama Operasi (PBO) dan Pengendalian Bersama Aset (PBA), atau KSO dimana hanya satu pihak saja dari partisan KSO yang memiliki kendali signifikan atas asset dan operasi KSO.


Bentuk-bentuk operasional KSO yang popular adalah :

a. Bentuk bangun, kelola, serah (Build, Operate, Transfer /BOT), dan

BOT adalah bentuk perjanjian kerjasama yang dilakukan antara pemilik dengan investor, dimana pihak investor akan membangun aset yang akan menjadi objek KSO, mengelola objek selama masa konsesi dan kemudian jika habis masa konsesi investor akan menyerahkan aset kepada pemilik.

b. Bangun, serah, kelola (Build, Transfer, Operate/BTO)

BTO adalah bentuk perjanjian antara pemilik aset dengan investor dimana pihak investor hanya membangun objek KSO, akan tetapi setelah selesai pekerjaan kemudian menyerahkan objek KSO kepada pemilik aset untuk dikelola.

Diterbitkan di: 03 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.