Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Prosedur Audit [bagian 2]

oleh: NyimasMiminRatnawati     Pengarang : ilmu kita
ª
 
Permintaan Keterangan

Permintaan Keterangan meliputi permintaan keterangan secara lisan atau tertulis oleh auditor. Permintaan keterangan tersebut biasanya ditunjukan kepada manajemen atau karyawan, umunya berupa pertanyaan2 yang timbul setelah dilaksanakan prosedur analitis atau permintaan keterangan yang berkaitan dengan keusangan persediaan atau piutang yang dapat ditagih. Auditor juga dapat langsung meminta keterangan pada pihak ekstern, seperti permintaan keterangan langsung kepada penasehat hukum klien tentang kemungkinan hasil litigasi. Hasil permintaan keterangan dapat berupa bukti lisan atau bukti dalam bentuk representasi tertulis. Permintaan keterangan dapat menjadi teknik yang efektif dalam mengidentifikasi masalah serta dapat mendukung bukti audit top-down maupun bottom-up. Namun, hasil permintaan keterangan biasanya masih memerlukan bukti penguat lainnya karena jarang dianggap objektif atau tidak memihak dan biasanya berasal dari para karyawan perusahaan bukan dari sumber yang idependen.


Perhitungan

Perhitungan adalah

1. perhitungan fisik sumber daya berwujud seperti jumlah kas dan persediaan yang ada,

2. akuntansi seluruh dokumen dengan nomor urut yang telah dicetak.

Yang pertama mengevaluasi bukti fisik tentang jumlah yang ada, sementara yang kedua dapat dipandangs sebagai penyediaan cara untuk mengevaluasi pengendalian internal perusahaan melalui bukti yang objektif tentang kelengkapan catatan akuntansi. Teknik perhitungan ini menyediakan bukti audit bottom-up, namun auditor seringkali terdorong untuk memperoleh bukti top-down terlebih dahulu guna mendapatkan konteks ekonomi dari prosedur perhitungan.


Penelusuran

Penelusuran sering kali juga disebut sebagai penelusuran ulang, auditor :

1. memilih dddokumen yang dibuat pada saat transaksi dilaksanakan.

2. Menentukan bahwa informasi yang diberikan oleh dokumen tersebut telah dicatat dengan benar dalam catatan akuntansi [jurnal dan dalam buku besar].

Arah pengujian prosedur ini berawal dari dokumen menuju ke catatan akuntansi. Karena prosedur ini memberikan keyakinan bahwa data yang berasal dari dokumen sumber pada akhirnya dicantumkan dalam akun, maka secara khusus data ini sangat berguna untuk mendeteksi terjadinya salah saji berupa penyajian yang lebih rendah dari yang seharusnya dalam catatan akuntansi. Efektivitas prosedur ini dapat ditingkatkan apabila klien menggunakan dokumen dengan nomor urut yang telah dicetak[prenumbered]. Prosedur penelusuran ini memberikan bukti audit bottom-up, namun auditor seringkali terdorong untuk memperoleh bukti top-down terlebih dahulu guna mendapatkan konteks ekonomi dari prosedur penelusuran serta pengujian asersi kelengkapan.


Pemeriksaan Bukti Pendukung

Pemeriksaan bukti pendukung meliputi :

1. Pemilihan ayat jurnal dalam catatan akuntansi.

2. Mendapatkan serta memeriksa dokumentasi yang digunakan sebagai dasar ayat hurnal tersebut untuk menentukan validitas dan ketelitian pencatatan akuntansi.

Dalam melakukan coucing [pemeriksaan bukti pendukung], arah pengujian berlawanan dengan yang digunakan dalam tracing [penelusuran]. Prosedur voucing digunakan secara luas untuk mendeteksi adanya salah saji berupa penyajian yang lebih tinggi dari yang seharusnya [over-stataement] dalam catatan akuntansi. Dengan demikian, prosedur ini merupakan prosedur yang penting untuk memperoleh bukti yang berkaitan dengan asersi keberadaan atau kejadian.prosedur voucing menyediakan bukti audit bottom-up, sedangkan pada prosedur penelusuran dan penghitungan, biasanya auditor melaksanakan prosedur top-down terlebih dahulu guna memperoleh konteks ekonomi untuk prosedur pemeriksaan bukti pendukung.

Perbedaan pengujian antara pemeriksaan bukti pendukung dan penelusuran.


Dokumen sumber => jurnal => buku besar

Catatan :

1. jika menggunkana pengujian dengan [pemeriksaan bukti pendukung] arah pengujian dilakukan mulai buku besar ke arah kiri.

2. Jika menggunkan prosedur penelusuran arah pegujiannya mulai dokumen sumber ke arah kanan.


=>Bila anda peduli / terbantu dengan rangkuman ini “berilah nilai dengan bintang” dan “bagikan ke teman anda dengan klik tombol share ke akun FB anda” <=


Http://infoebookgratis.blogspot.com


Diterbitkan di: 19 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.