Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Prosedur Audit [bagian 1]

oleh: NyimasMiminRatnawati     Pengarang : ilmu kita
ª
 
Prosedur Audit

Prosedur audit adalah metode atau teknik yang digunakan oleh para auditor untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti yang mencukupi dan kompeten. Pembahasan berikut ini akan berfokus pada review beberapa jenis prosedur yang digunakan oleh para auditor, prosedur ini dapat digunakan untuk mendukung pendekatan audit top-down maupun pendekatan auditor bottom-up. Auditor akan mempertimbangkan bagaimana setiap prosedur ini akan digunakan ketika merencanakan audit dan mengembangkan program audit. Diberikan contoh-contoh yang sangat luas tetang bagaimana setiap prosedur audit ini digunakan oleh para auditor dalam konteks mengaudit siklus transaksi spesifik san saldo akun terkait.

Berikut ini adalah sepuluh jenis prosedur audit yang akan dibahas :

1. Prosedur analitis

2. Inspeksi

3. Konfirmasi

4. Permintaan keterangan

5. Perhitungan

6. Penelusuran

7. Pemeriksaan bukti pendukung

8. Pengamatan

9. Pelaksanaan ulang

10. Teknik audit berbantuan komputer.


Pemilihan prosedur audit yang akan digunakan untuk menyelesaikan suatu tujuan audit tertentu terjadi dalam tahap perencanaan audit. Efektivitas prosedur dalam memenuhi tujuan audit spesifik dan biaya pelaksanaan prosedur tersebt harus dipertimbangkan dalam pemilihan prosedur yang akan digunakan.


Prosedur analitis

Prosedur analitis terdiri dari penelitian dan perbandingan hubungan antara data. Prosedur ini meliputi perhitungan dan penggunaan rasio-rasio sederhana, analitis vertikal atau laporan persentase, perbandingan jumlah yang sebenarnya. Dengan data historis atau anggaran, serta penggunaan model matematis dan statistik, seperti analisis regresi. Analisis regresi ini dapat melibatkan penggunaan data nonkeuangan maupun data keuangan. Prosedur analitis sering kali meliputi juga pengukuran kegiatan bisnis yang mendasari operasi serta membandingkan ukuran2 kunci ekonomi yang menggerakan bisnis dengan hasil keuangan terkait. Prosedur analitis umumnya digunakan dalam pendekatan top-down untuk mengembangkan harapan atas akun laporan keuangan dan untuk menilai kelayakan laporan keuangan dalam konteks tersebut.


Inspeksi

Inspeksi meliputi pemeriksaan rinci terhadap dokumen dan catatan, serta pemeriksaan sumber daya berwujud. Prosedur ini digunakan secara luas dalam auditing. Inspeksi sering klai digunakan dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti bottom-up maupun top-down.

Konfirmasi

konfirmasi adalah bentuk permintaan keterangan yang memungkinkan auditor untuk memperoleh informasi secara langsung dari sumber independen diluar organisasi klien. Dalam kasus yang lazim, klien membuat permintaan kepada pihak luar secara tertulis, namun auditor yang mengendalikan pengiriman permintaan keterangan tersebut. Permintaan tersebut juga meliputi instruksi berupa permintaan kepada penerima untuk mengirimkan tanggapannya secara langsung kepada auditor. Konfirmasi menyediakan bukti bottom-up penting dan digunakan dalam auditing karena bukti tersebut biasanya objektif dan berasal dari sumber independen


=>Bila anda peduli / terbantu dengan rangkuman ini “berilah nilai dengan bintang” dan “bagikan ke teman anda dengan klik tombol share ke akun FB anda” <=


Http://infoebookgratis.blogspot.com



Diterbitkan di: 19 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    maaf,, mau tanya mengenai penjelasan jenis prosedur audit yang lain, kanapa tidak semua di jelaskan? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kok ngga lengkap sih penjelasannya? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    mohon maaf karena dalam penulisan ada batasan katanya. terima kasih 11 Agustus 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.