Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Jenis-Jenis Inflasi

oleh: eagle2013    
ª
 
Dalam ilmu ekonomi, inflasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dalam  pengelompokan tertentu, dan pengelompokan yang akan dipakai akan sangat  bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. Adapun jenis-j enis inflasi seagai berikut : ( 1) Menurut Derajatnya : ( a) Inflasi ringan dibawah 10% (single digid) ( b) Inflasi sedang 10% - 30% ( c)  Inflasi tinggi 30% - 100% ( d)  Hyperinflasion di atas 100%.  Laju inflasi tersebut bukanlah suatu standar yang secara mutlak dapat  mengindikasikan parah tidaknya dampak inflasi bagi perekonomian di suatu wilayah  tertentu, sebab hal itu sangat bergantung pada berapa bagian dan golongan masyarakat manakah yang terkena imbas ( yang menderita ) dari inflasi yang sedang  terjadi. ( 2) . Menurut Penyebabnya :  Rahardja (2004) mengatakan ada beberapa penyebab terjadinya inflasi yaitu : ( a) Demand pull inflation yaitu inflasi yang disebabkan oleh terlalu kuatnya  peningkatan aggregate demand masyarakat terhadap komoditi-komoditi hasil  produksi di pasar barang. Akibatnya, akan menarik (pull) kurva permintaan  agregat ke arah kanan atas, sehingga terjadi excess demand, yang merupakan i nflationary gap. Dan dalam kasus inflasi jenis ini, kenaikan harga-harga  barang biasanya akan selalu diikuti dengan peningkatan output (GNP riil) dengan asumsi bila perekonomian masih belum mencapai kondisi full- employment. Pengertian kenaikkan aggregate demand seringkali ditafsirkan  berbeda oleh para ahli ekonomi. Golongan moneterist menganggap aggregate  demand mengalami kenaikkan akibat dari ekspansi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Sedangkan, menurut golongan Keynesian kenaikkan aggregate demand dapat disebabkan oleh meningkatnya pengeluaran konsumsi,  investasi, government expenditures, atau net export, walaupun tidak terjadi ekspansi jumlah uang beredar. ( b) Cost push inflation, yaitu inflasi yang dikarenakan bergesernya aggregate  supply curve ke arah kiri atas. Faktor-faktor yang menyebabkan aggregate  supply curve bergeser tersebut adalah meningkatnya harga faktor-faktor  produksi (baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri) di  pasar faktor produksi, sehingga menyebabkan kenaikkan harga komoditi di pasar komoditi. Dalam kasus cost push inflation kenaikan harga seringkali  diikuti oleh kelesuan usaha.( 3) Menurut Asalnya :  Domestic inflation, yaitu inflasi yang sepenuhnya disebabkan oleh kesalahan  pengelolaan perekonomian baik di sektor riil ataupun di sektor moneter di  dalam negeri oleh para pelaku ekonomi dan masyarakat. Imported inflation, yaitu inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan harga-harga komoditi di  luar negeri (di negara asing yang memiliki hubungan perdagangan dengan  negara yang bersangkutan). Inflasi ini hanya dapat terjadi pada negara yang  menganut sistem perekonomian terbuka (open economy system). Dan, inflasi  ini dapat ‘menular’ baik melalui harga barang-barang impor maupun harga  barang-barang ekspor. Terlepas dari pengelompokan-pengelompokan tersebut, pada kenyataannya  inflasi yang terjadi di suatu negara sangat jarang (jika tidak boleh dikatakan tidak  ada) yang disebabkan oleh satu macam / jenis inflasi, tetapi acapkali karena  kombinasi dari beberapa jenis inflasi. Hal ini dikarenakan tidak ada faktor-faktor  ekonomi maupun pelaku-pelaku ekonomi yang benar-benar memiliki hubungan yang  independen dalam suatu sistem perekonomian negara. Contoh : imported inflation  seringkali diikuti oleh cost push inflation, domestic inflation diikuti dengan demand  pull inflation.
Diterbitkan di: 23 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jenis-jenis inflasi Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.