Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Akuntansi>Aktiva tetap, pengertian aktiva tetap, penggolongan aktiva tetap

Aktiva tetap, pengertian aktiva tetap, penggolongan aktiva tetap

oleh: abrahamishaq     Pengarang : sofyan sahri harahap
ª
 
AKTIVA TETAP
Perusahaan adalah organisasi modern yang mempunyai kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan yang dibebankan kepadanya. Biasanya di samping mencari laba, tujuan perusahaan mencakup:
1. Pertumbuhan yang terus-menerus
2. Kelangsungan hidup (Survival)
3. Kesan positif di mata public (image)
Untuk mencapai tujuan ini manajemen sebagai pihak yang diserahi hal dan tanggungjawab memiliki atau menguasai factor-faktor produksi yang diramu seperti Money, Man, Material, Method. Proses ini sering juga disebut proses produksi. Proses ini dimaksudkan untuk menghasilkan penerimaan kas melalui penjualan produksi tersebut yang menjadi salah satu sumber dana utama bagi pelaksanaan kegiatan perusahaan.
Untuk menghasilkan produk ini maka peranan aktiva tetap sangat besar. Seperti lahan sebagai tempat berproduksi, bangunan sebagai pabrik, kantor, dan kegiatan lainnya. Kendaraan pengangkutan sebagai alat untuk mengangkut produk atau hasil lainnya. Inventaris berupa inventaris kantor, perabot, meja, kursi, lemari, dan lain-lain sebagai alat untuk mendukung kegiatan perusahaan semuanya.
Bahkan ada aktiva tetap yang tidak berwujud tepi sangat penting dalam kegiatan produksi dan tanpa aktiva ini barangkali perusahaan tidak dapat beroperasi, misalnya HPH (Hak Penguasaan Hutan), HGU (Hak Guna Usaha), HGB (Hak Guna Bangunan), Patent, Franchise, Hak Cipta, dan lain-lain.
Peranan aktiva tetap ini sangat besar dalam perusahaan baik ditinjau dari fungsinya, dari segi jumlah dana yang diinvestasikan, dari segi pengelolaan yang melibatkan banyak orang, dari segi pembuatannya yang sering jangka panjang, maupun dari segi pengawasannya yang agak rumit.
Setiap perusahaan [asti memiliki aktiva tetap baik berwujud maupun tak berwujud. Namun jenis aktiva tetap yang dimilki antar satu perusahaan dengan perusahaan lainnya dapat berbeda seperti perusahaan jasa, aktiva tetapnya berbeda dengan ativa tetap perusahaan perkebunan, perkapalan, perminyakan, perdagangan dan lain-lain. Namun yang jelas masing-masing mempunyai aktiva tetap.
Beberapa hal yang dibahas dalam bidang aktiva tetap yaitu:
- Prosedur perolehan
- Pengawasan aktiva tetap
- Pencatatan dan penyusutan
- Perpajakan
- Penarikan
- Pelaporan
- Penarikan
- Analisa pengambilan keputusan dalam memilih aktiva tetap
- Pengawasan, Auditing, dan Rasio

PENGERTIAN AKTIVA TETAP

Aktiva tetap adalah aktiva yang menjadi hak milik perusahaan dan dipergunakan secara terus menerus dalam kegiatan menghasilkan barang dan jasa bagi perusahaan.
Aktiva ini dicantumkan di dalam Neraca Lajur Assets (Aktiva) dengan judul land, Building & Equipment, Fixed Assets, Tangible Assets, Property and Equipment atau aktiva tetap dan lain-lain.
PAI (Prinsip Akuntansi Indonesia) mendefinisikan aktiva tetap sebagai berikut:
“Yang dimaksud dengan aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan dijual kembali dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Aktiva tetap meliputi aktiva yang tidak dapat disusutkan (non Deprciable) dan aktiva tetap yang dapat disusutkan (depreciable), mencakup tanah/hak atas tanah, bangunan, mesin, serta peralatan lainnya ataupun sumber-sumber alam. Aktiva tetap lazimnya dicatat sejumlah harga perolehannya”.
PAI memisahkan aktiva tidak berwujud dari kelompok aktiva tetap, menurut PAI aktiva tidak berwujud adalah sebagai berikut:
“ aktiva tidak berwujud mencerminkan hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Hak patent, hak cipta, franchise, goodwill, adalah jenis-jenis aktiva yang tidak berwujud pada umumnya”.
General Accepted Accounting Principle (GAAP) menggunakan istilah property Plant, dan Equipment dan mendefinisikannya sebagai berikut :
”Aktiva yang sifatnya dipakai terus-menerus dan digunakan dalam kegiatan produksi, penjualan barang, penjualan aktiva lain, atau pembelian aktiva lainnya yang bukan untuk dijual.
Sedangkan aktiva tidak berwujud didefinisikan sebagai berikut:
“ aktiva perusahaan yang sifatnya tidak lancar, tidak berwujud. Pemilikan aktiva ini dimaksudkan akan memberikan keuntungan kepada pemilik, seperti Goodwill, Trade Mark, Patents, Copy Right dan lain-lain.
Smith dan Skousen dalam bukunya Intermediate Accounting (1985) juga membagi asset menjadi dua bagian :
- Berwujud (Tangble)
- Tidak berwujud (ntangible)
Plant Assets atau sering juga disebu aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan terus-menerus, seperti lahan, bangunan, perabot, mesin, dan perusahaan lain.
Intangible asset adalah aktiva yang tidak dapat langsung dilihat, bukti keberadaanya adalah hanya dapat dilihat dari akte perjanjian, kontrak, da lain-lai soerti: goodwill. Patent, Franchise, dan lain-lain.

Diterbitkan di: 28 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana kriteria dari inventaris Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apa yang dimaksud dengan aktiva tetap tidak dimaksudkan untuk dijual kembali ? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.