Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Akuntansi>Penjualan Angsuran (3), PERHITUNGAN BUNGA DAN ANGSURAN (1)

Penjualan Angsuran (3), PERHITUNGAN BUNGA DAN ANGSURAN (1)

oleh: NyimasMiminRatnawati    
ª
 
PERHITUNGAN BUNGA DAN ANGSURAN
Pada umumnya setiap jual-beli angsuran diperhitungkan bunga. Dalam keadaan yang seperti ini besarnya pembayaran yang diterima dari pembeli terdiri dari 2 unsur, yaitu bunga yang diperhitungkan dan angsuran pokok pinjaman. Dengan demikian besarnya pembayaran yang diterima setiap saat tergantung pada 2 hal, yaitu:
a. Dasar perhitungan bunga dan
b. Dasar penentuan angsuran pokok pinjaman.

 Dasar Perhitungan Bunga
Dewasa ini terdapat 2 dasar perhitungan bunga yang sering dipakai, yaitu:
1) Bunga dihitung dari sisa pinjaman.
2) Bunga dihitung dari pokok pinjaman.
Besarnya bunga untuk masing-masing dasar perhitungan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bunga Dihitung dari Sisa Pinjaman
Dalam cara ini besarnya bunga dihitung besarkan sisa pinjaman pada awal periode. Oleh karena besarnya sisa pinjaman ini dari periode ke periode selalu menurun. Oleh karena itu cara atau sistem ini sering disebut dengan sistem bunga menurun.
Cara ini lebih meringankan pembeli. Cara ini banyak dipakai dalam penjualan angsuran yang jangka waktunya panjang, seperti perumahan dan sejenisnya.

2. Bunga Dihitung dari Pokok Pinjaman
Dalam cara perhitungan ini besarnya bunga untuk setiap periodenya dihitung berdasarkan pokok pinjaman mula-mula. Oleh karena pokok pinjaman mula-mula ini besarnya selalu tetap maka besarnya bunga juga tetap. Oleh karena itu sistem ini disebut sistem bunga tetap. Dalam sistem ini tingkat bunga yang sesungguhnya lebih besar daripada tingkat bunga yang dinyatakan secara eksplisit. Cara ini banyak dipakai untuk merangsang pembeli yang kurang mengetahui cara perhitungan bunga, karena tingkat bunga yang dinyatakan secaraeksplisit rendah akan tetapi tingkat bunga yang sebnarnya tinggi.

 Dasar Perhitungan Angsuran Pokok Pinjaman
Dewasa ini terdapat 2 sistem perhitungan angsuran pokok pinjaman, yaitu:

1) Sistem Angsuran Tetap
Dalam sistem ini besarnya angsuran untuk setiap periode akan selalu tetap. Besarnya angsuran pokok pinjaman dapat dihitung dengan rumus:

Dimana:
APP : Angsuran pokok pinjaman
PP : Pokok pinjaman
JA : Banyaknya angsuran
Sistem angsuran tetap ini dapat dipakai baik sistem bunga tetap maupun sistem bunga menurun.

2) Sistem Anuitet
Dalam sistem ini besarnya pembayaran untuk setiap periode akan selalu tetap,yang terjadi atas bunga peinjaman yang selalu menurun dan angsuran pokok pinjaman yang semakin besar. Jumlah pembayaran tersebut dihitung menggunakan rumus-rumus anuitet. Sistem anuitet ini hanya dipakai pada sistem bunga menurun. Ditinjau dari segi basarnya bunga dan angsuran pokok pinjaman, maka sistem anuitet dapat disebut sebagai sistem bunga menurun dan angsuran meningkat.
Dengan memperhatikan sistem perhitungan bunga san sistem perhitungan pokok pinjaman tersebut maka terdapat 3 alternatif yaitu :
Diterbitkan di: 20 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.