Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Akuntansi>Jenis-jenis Laporan Keuangan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ)

Jenis-jenis Laporan Keuangan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ)

oleh: SafiuRahim     Pengarang: Hertanto Widodo; Ak & Teten Kustiawan;
ª
 
Jenis-jenis Laporan Keuangan Organisasi Pengelola Zakat

Jenis-jenis laporan keuangan utama yang harus disusun oleh sebuah Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) adalah:

1. Neraca

Neraca adalah suatu laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan atau kekayaan suatu perusahaan atau organisasi pada saat tertentu. Tujuan disusunnya laporan ini adalah untuk menyediakan informasi mengenai aktiva, kewajiban, dan saldo dana dan informasi mengenai hubungan diantara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu.

Sedangkan kegunaan dari neraca adalah untuk:
  • Menilai kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan
  • Menilai likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhi kewajibannya, dan kebutuhan pendanaan eksternal
Beberapa hal yang perlu dipahami dari laporan ini antara lain:
  • Aktiva disajikan berdasarkan urutan likuiditas
  • Kewajiban disajikan berdasarkan urutan tanggal jatuh tempo
  • Mengelompokkan aktiva ke dalam lancar dan tidak lancar (aktiva tetap, aktiva lain-lain)
  • Mengelompokkan kewajiban ke dalam jangka pendek dan jangka panjang
2. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana

Adalah suatu laporan yang menggambarkan kinerja organisasi, yang meliputi penerimaan dan penggunaan dana pada suatu periode tertentu. Laporan ini disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi mengenai:
  • Pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat saldo dana
  • Hubungan antar transaksi dan peristiwa lainnya
  • Bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program
Laporan sumber dan penggunaan dana ini berguna untuk:
  • Mengevaluasi kinerja dalam suatu periode
  • Menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dalam memberikan jasanya
  • Menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja pengelola
3. Laporan Arus Kas

Adalah suatu laporan yang menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar pada suatu periode tertentu. Tujuan disusunnya laporan ini adalah untuk menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas organisasi pada suatu periode tertentu, yang dibagi menjadi tiga klasifikasi, yaitu:

a. Arus kas dari aktivitas operasi
  • Menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar dari aktivitas utama organisasi
  • Merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasinya organisasi yang menghasilkan arus kas yang cukup untuk memelihara kemampuan operasi organisasi tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar
  • Contoh arus kas dari aktivitas operasi: penerimaan kas dana zakat penerimaan kas dana infaq/shadaqah, penyaluran kas kepada fakir & miskin, pengeluaran kas untuk biaya operasional.
b. Arus kas dari aktivitas investasi
  • Mencerminkan arus kas masuk dan arus kas keluar sehubungan dengan sumber daya organisasi yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan
  • Beberapa contoh arus kas dari aktivitas investasi: pembayaran kas untuk pembelian aktiva tetap, pengeluaran kas untuk penanaman investasi pada perusahaan lain, penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap, penerimaan kas dari penarikan investasi, penerimaan kas dari bagi hasil yang dihasilkan oleh investasi yang ditanamkan.
c. Arus kas dari aktivitas pendanaan
  • Menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar yang merupakan sumber pendanaan jangka panjang beserta.
  • Contoh arus kas dari aktivitas pendanaan: penerimaan kas dari pinjaman jangka panjang, pembayaran pinjaman jangka panjang.
Kegunaan dari laporan Arus kas ini adalah untuk:
  • Menilai kemampuan organisasi dalam menghasilkan kas dan setara kas
  • Menilai penggunaan kas dan setara kas tersebut oleh organisasi
Beberapa hal yang perlu dipahami dalam penyusunan laporan arus kas adalah:
  • Arus kas dari aktivitas operasi dalam laporan arus kas dapat disusun dengan menggunakan dua metode, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Namun untuk organisasi pengelola zakat kami menganjurkan untuk menggunakan metode langsung. Dalam metode langsung ini penyusunannya menggunakan buku besar kas dan setara kas (termasuk bank) dengan menggolongkan menjadi beberapa jenis kelompok utama penerimaan maupun pengeluaran
  • Untuk organisasi nirlaba, termasuk organisasi pengelola zakat harus diungkapkan informasi mengenai aktivitas nonkas, seperti penerimaan dana zakat dalam bentuk barang (emas, perak, beras, dan lain sebagainya), penerimaan infaq/shadaqah dalam bentuk barang, penerimaan hibah untuk amil dalam bentuk peralatan, penyaluran infaq/shadaqah dalam bentuk barang.
4. Laporan Dana Termanfaatkan

Akuntansi dana menghendaki agar transaksi pengeluaran/penerimaan neraca (real account transaction) selain dilaporkan di neraca juga harus dilaporkan dalam laporan aktivitas (dalam hal ini Laporan Sumber dan Penggunaan Dana). Oleh karena itu laporan perubahan dana termanfaatkan dibuat mengakomodasi hal tersebut.
Setiap transaksi yang bersifat real account (hanya mempengaruhi neraca) akan dijurnal dua kali, sehingga dapat disajikan di Neraca dan Laporan Sumber dan Penggunaan Dana

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Laporan ini merupakan rincian atau penjelasan detail dari laporan keuangan sebelumnya. Rincian tersebut dapat bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Catatan atas laporan keuangan memuat hal-hal berikut:
  • Informasi umum mengenai lembaga
  • Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
  • Penjelasan dari setiap akun yang dianggap memerlukan rincian lebih lanjut
  • Kejadian setelah tanggal neraca
  • Informasi tambahan lainnya yang dianggap perlu, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.
Catatan atas laporan keuangan ini sangat berguna untuk memahami kondisi suatu organisasi secara komprehensif, karena kita akan mendapatkan informasi yang mungkin tidak kita dapatkan dari jenis-jenis lapotan keuangan lainnya. Contohnya jika suatu OPZ sedang menghadapi gugatan di pengadilan oleh pihak ketiga yang akan mempengaruhi keberlangsungan hidup lembaga. Informasi tersebut hanya mungkin diungkapkan di Catatan atas laporan keuangan dan tidak mungkin disajikan pada laporan keuangan yang lain.

Organisasi Pengelola Zakat harus membuat laporan keuangan tersebut (neraca, laporan sumber dan Penggunaan dana, laporan arus kas, dan laporan perubahan dana termanfaatkan) untuk setiap jenis dana yang dimiliki, serta laporan konsolidasinya. Jika sebuah OPZ mempunyai 5 jenis dana, maka dia harus membuat 5x 4 laporan atau 20 ditambah laporan konsolidasi, sehingga totalnya berjumlah 24 laporan.

Diterbitkan di: 28 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya butuh kajian tentang aplikasi matematika bagi pengelolaan zakat Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh laporan keuangan lengkap di lembaga amil zakat ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Anda bisa melihat contoh laporan keuangan lengkap pengelolaan zakat di buku Akuntansi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) karangan Hertanto Widodo, Ak dan Teten Kustiawan, Ak maaf...laman ini hanya berisi ringkasan dari judul yang diterbitkan. 25 Mei 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mau tanya, apa sich yang dimaksud dengan dana yang dilarang yang biasa ada di laporan keuangan LAZ/BAZ ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    dana yang dilarang yang biasa ada di laporan keuangan Badan Amil Zakat adalah dana yang diperoleh yang tidak dibenarkan dalam syariah islam (tergolong riba) misalnya pendapatan bunga 25 Mei 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh cara membuat laporan zakat secara sederhana ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Anda bisa melihat cara membuat laporan keuangan pengelolaan zakat di buku Akuntansi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) karangan Hertanto Widodo, Ak dan Teten Kustiawan, Ak Anda bisa juga melihat cara membuat laporan keuangan pengelola zakat pada Badan Amil Zakat (BAZ) Daerah. mohon maaf .... laman ini hanya memuat ringkasan dari judul yang diterbitkan. ^_^ 10 Juni 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.